Kamis, Juli 28, 2011

Mu'jizat Rasulullah SAW Membelah Bulan

Berbagai macam mukjizat telah diberikan Allah SWT kepada kekasihNya Rasullah Muhammad SAW, untuk memberi kebenaran atas Kerasulan yang disandangnya. Salah satu mukjizat dari Rasulullah Muhammad SAW, ialah “Membelah Bulan”.

Sebagaimana hadits riwayat Abdullah bin Mas`ud Radhiyallahu’anhu berikut ini, ia berkata :
Bulan terbelah menjadi dua pada masa Rasulullah SAW lalu Rasulullah SAW bersabda : Saksikanlah oleh kalian.” (Shahih Muslim No. 5010)

Hadist riwayat Anas RA, dia berkata :
“Penduduk Makkah meminta kepada Rasulullah SAW untuk diperlihatkan kepada mereka satu mukjizat (tanda kenabian), maka Rasulullah SAW memperlihatkan kepada mereka mukjizat terbelahnya bulan sebanyak dua kali.” (Shahih Muslim No. 5013)

Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah?

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut :
“Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur’an.”

Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya : “Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi “Telah dekat hari kiamat dan bulan pun telah terbelah” mengandung mukjizat secara ilmiah?”

Maka professor pun menjawabnya :
“Tidak, sebab kehebatan ilmiah dapat diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya.

Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya.

Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah SAW, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu.

Akan tetapi, hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur’an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta’alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu”.

Maka, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Makkah Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, “Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok)?”

Rasulullah bertanya, “Apa yang kalian inginkan ? Mereka menjawab: Coba belah bulan”. Maka, Rasulullah pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah agar menolongnya. Lalu, Allah memberitahu Muhammad agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Maka, Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan dan terbelahlah bulan itu dengan sebenar-benarnya. Maka, serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, “Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!”

Akan tetapi, para ahli mengatakan bahwa sihir memang benar bisa saja “menyihir” orang yang ada disampingnya, akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat itu. Maka, mereka pun menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Lalu, orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Makkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan.

Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Makkah, orang-orang musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?” Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali…”.

Akhirnya, sebagian mereka pun beriman sedangkan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: Sungguh, telah dekat hari qiamat dan telah terbelah bulan. Ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, “Ini adalah sihir yang terus-menerus”, dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap …. (sampai akhir surat Al-Qamar). Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar

Dan setelah selesai Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdirilah seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata : “Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan?”

Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab : “Dipersilahkan dengan senang hati.”

Daud Musa Pitkhok berkata :
“Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemahan makna-makna Al-Qur’an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya, dan aku pun membawa terjemahan itu pulang ke rumah. Dan ketika aku membuka-buka terjemahan Al-Qur’an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya :

“Telah dekat datangnya saat itu dan Telah terbelah bulan [1434]. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus”. Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya[1435].” (QS. Al-Qamar : 1-3)

[1434] Yang dimaksud dengan saat di sini ialah terjadinya hari kiamat atau saat kehancuran kaum musyrikin, dan “terbelahnya bulan”, ialah suatu mukjizat nabi Muhammad SAW.

[1435] Maksudnya, bahwa segala urusan itu pasti berjalan sampai waktu yang Telah ditetapkan terjadinya, seperti: urusan Rasulullah dalam meninggikan kalimat Allah pasti sampai pada akhirnya yaitu kemenangan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. sedang urusan orang yang mendustakannya pasti sampai pula pada akhirnya, yaitu kekalahan di dunia dan siksaan di akhirat.

Maka aku pun bergumam : “Apakah kalimat ini masuk akal?? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu???”

Maka, aku pun menghentikan dari membaca ayat-ayat selanjutnya, dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Allah-lah Yang Maha Tahu tentang tingkat keikhlasan hamba-Nya dalam pencarian kebenaran.

Maka aku pun suatu hari duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi hangat antara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa Amerika Serikat. Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa.

Daripada itu, diantara diskusi hangat tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakiknya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar.

Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata : “Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?”

Mereka pun menjawab : “Tidak! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun.”
Maka presenter itu pun bertanya : “Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya?”

Mereka menjawab : “Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali!”

Presenter pun bertanya : “Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?”

Mereka menjawab : “Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah dan terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka, kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, “Hal ini tidak mungkin telah terjadi, kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali”.
Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan :
“Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, “Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin! Subhanallah.

Agama Islam ini tidak mungkin salah (aku pun bergumam) : “Maka, aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qur’an dan aku baca surat Al-Qamar sambil mencucurkan air mata, saat itulah awal aku menerima dan masuk Islam, saat terindah dalam hidupku sekaligus saat paling penting"
 
Maha Benar Allah Atas Segala Firmannya. Subhanallah.....Allaahu Akbar. Laa Khaula Wa Laa Quwwata Illa Billaah.

sumber: http://situslakalaka.blogspot.com
 

Selasa, Juli 26, 2011

OPERASI ENTEBBE: PEMBEBASAN SANDERA PALING SPEKTAKULER?

Serbuan pasukan elite Israel beberapa puluh tahu yang yang lalu tepatnya di tahun 1976 mengisahkan pembebasan 257 penumpang Air France sebagai sandera di Entebe, Uganda yang paling dramatis dan telah menjadi kisah populer sampai sekarang. Dalam aksi terornya, melibatkan organisasi terororis kelas dunia saat itu, Popular Front the Liberation of Palistine ( PFLP), dan keterlibatannya Presiden atau sang diktator Uganda Idi Amin, membuat pembebasan ini bertambah seru. Entebe, sebuah bandara di negara Uganda dan sebagai negara pendukung pembajakan yang letaknya sekitar 370 Km dari negara Israel yang mayoritas para sandera berasal. Hal inilah yang menuat pasukan elite Israel geregetan untuk menyelesaikan pembebasannya.

Pada saat itu tepatnya tanggal, 27 Juni 1976 sedikitnya seratus warga Israel ikut dalam penerbangan liburan dari Tel Aviv menuju Athena dan menurut rencana penerbangan dilajutkan ke Paris. Di dalam penerbangannya, tak satupun penumpang yang menyaka bahwa diantara penumpang ada tiga pria dan satu wanita bersenjata telah mengalihkan arah liburan mereka.

Disaat menikmati penerbangannya, tiba-tiba seorang laki-laki mengeluarkan nada ancaman melalui intercom terhadap para penumpang, “Kami orang Palestina, jika kamu duduk tenang dan mengerjakan apa yang saya perintahkan, tak seorangpun akan disakiti. Namaku Ahmed el Kubesi, anggota komando Che Guevara Jalur Gaza, satu unit dibawah PFLP”. Demikian ancaman ini dikeluarkan saat pesawat jenis Airbus itu baru saja mengudara dari bandara Athena, persinggahan pertamanya setelah Tel Aviv. Ternyata satu dari pembajak sudah berdiri di belakang cockpit dengan pistol menempel di kepala kapten pilot. Pesawat tidak lagi mengarah ke Paris, namun menuju bandara Benghazi, Libya. Di Benghazi, pesawat mengadakan refuel dan menurunkan satu penumpang yang sedang hamil. Sembilan jam kemudian, pesawat terbang kembali melewati Mesir, Sudan, lalu mendarat di bandara Entebbe, Uganda. Drama besar baru saja dimulai.

Dengan kondisi demikian, Perdana menteri Yitzhak Rabin, juga menteri pertahanan Shimon Peres pada saat itu dibuat ketakutan dengan ancaman para pembajak yang menuntut dibebaskannya 53 pejuang Palestina yang ditawan Israel. Terlebih di Entebbe, sedikitnya seratus warga Yahudi Israel sedang menunggu proses eksekusi. Kesemuanya ini serba dilematis bagi Israel. Menolak berarti membiarkan warganya mati di tangan teroris. Mengabulkan tuntutan, nantinya akan terjadi ratusan bahkan ribuan kasus pembajakan seperti di Entebbe. Pemerintah Israel pada saat itu hanya punya waktu 4 hari dalam menetukan pilihannya antara melakukan operasi pembebasan atau membiarkan warganya mati dibantai. Israel meyakini, organisasi teroris internasional berada dibelakang drama tersebut.

Sebelum melakukan aksinya, kelompok teroris telah merancang dengan sangat rapi pada Minggu dini hari, 27 Juni 1976, saat tiga pria dan satu wanita bertemu di sebuah apartemen di Kuwait City. Dalam pembajakkannya, dipimpin seorang pengacara muda berkebangsaan Jerman, 28 tahun, yang jenius sekaligus teroris berbahaya, bernama Wilfred Boese. Orang ini sangat dekat hubungannya dengan teroris paling top saat itu, Carlos “The Jackal” Ramirez. Carlos sebagai penghubung antara Boese dengan PFLP pada tahun 1974. Kelompok pembajak tersebut terdiri dari, dua orang Palestina yang tinggal di Kuwait dan seorang gadis Jerman berusia 24 tahun, Gabrielle Kroecher Tiedemann. Gadis ini telah bergabung dengan teroris sejak masih belia sehingga tek heran lagi bila ia tumbuh menjadi wanita yang kejam dan berbahaya.

Dekade 1976, Tiedemann mulai bergabung dengan PFLP dengan nama sandi Kalimiri. Keempat orang inilah yang direncanakan sebagai pelaksana aksi pembajakan Air France nomor penerbangan 139 dengan rute Tel Aviv-Athena-Paris. Adapun latihannya, mereka laksankan selama dua bulan secara keras, dan pada saat itu juga sebagai hari pembuktiannya mereka.
Dari apartemennya, mereka meluncur ke bandara dan terbang ke Athena. Dengan tiket kelas VIP yang sudah ada di tangan, Boese-Tiedemann yang telah tersembunyi dibalik wig barunya duduk-duduk di ruang tunggu internasional bandara Athena layaknya penumpang lainnya, untuk menunggu kadatangan pesawat nomor penerbangan 139 dari Tel Aviv. Sementara, kedua orang Palestina yang masing-masing telah membawa satu kaleng berisi dua pistol otomatis Czech 7.65 mm dan dua granat, masuk lewat ruang transfer penumpang agar terhindar dari pengecekan. Setelah meyakini bahwa kedua orang Palestina sudah ada di dalam, Boese dan Tiedemann pun menyusul. Selama didalam toilet ruang tranfer penumpang itulah, Boese menerima satu pistol dan Tiedemann menerima satu pistol dan dua granat. Kedua orang Palestina masih dengan satu kaleng berisi senjata yang tersisa. Dengan taktik jitu, loloslah mereka ke dalam pesawat yang mereka incar.

Sikap Idi Amin
Sekian jam penerbangan yang penuh ketegangan, akhirnya pesawat mendarat di bandara Entebbe, Uganda. Para penumpang yang masih harap-harap cemas, akhirnya agak sedikit lega melihat pintu pesawat telah terbuka dan mereka dipersilakan untuk keluar. Barisan pasukan Uganda yang berjaga-jaga dengan senjata otomatis juga membuat kepanikan mereka sedikit reda. Sehingga para penumpang berjalan dengan teratur menuju sebuah gedung tua yang berada di bandara Entebbe.

Namun betapa terkejutnya 257 penumpang tersebut saat melihat Boese dan grupnya keluar dari pesawat dengan tawa dan sorak gembira kepada para prajurit Uganda. Ternyata keberadaan prajurit itu bukan untuk membebaskan mereka. Melainkan para prajurit Uganda tersebut justeru mendukung gerakan Boese. Para sandera lebih yakin lagi, pada saat ditempatkan di dalam bangunan gedung tua, senjata-senjata otomatis prajurit Uganda diarahkan ke para penumpang. Sehingga para penumpang menyadari kalau dirinya setatusnya masih menjadi sandera bahkan tersandera oleh kekuatan yang lebih hebat.

Selang beberapa saat kemudian, sebuah helikopter VVIP mendarat di dekat bangunan tua tempat penumpang disekap. Turun dari Helikopter seorang pria berkulit hitam separoh baya berjalan keluar diikuti seorang bocah kecil berusia 4 tahun. Semua pasukan memberi penghormatan kebesaran kepada pria yang kemudian berjalan menuju ruangan sandera itu. Dengan pengawalan ketat, pria itu berkata dihadapan semua penumpang, “Kalian pasti tidak tahu nama saya. Tapi saya yakin kalian pernah mengenal dan mendengar nama saya. Saya adalah Marsekal Dr. Idi Amin, Presiden Republik Uganda.” Lalu ia memeluk semua penumpang dengan hangat, “Kalian tidak perlu khawatir. Saya akan memperlakukan kalian seperti seorang ayah. Saya akan melihat kalian dibebaskan dan saya adalah orang baik-baik.”
Sampai hari Selasa, semangat para sandera semakin menurun, walaupun Presiden Idi Amin sudah menjenguknya 2 kali dan memberi harapan baik. Para sandera semakin khawatir dengan nasibnya saat mereka mulai melihat banyak gerilyawan Palestina berkeliaran dengan bebas di sekitar mereka bersama prajurit Uganda. Diluar pengetahuan para sandera, para tokoh kunci dibelakang drama pembajakan itu memang sudah berada di Entebbe. Mereka adalah Antonio Degas Bouvier, Haj Feiz Gaber, dan Idi Amin sendiri. Sama seperti Boese, Bouvier adalah orang dekat Carlos “The Jackal”. Bouvier ikut terlibat dalam operasi penculikan di olimpiade Munich dan pembunuhan kepala hipermarket Mark & Spencer yang Yahudi, Edward Sieff. Sedangkan Gabier adalah salah satu tokoh berdirinya organisasi radikal PFLP. Operasi pembajakan ini dikendalikan dari Somalia oleh pimpinan PFLP, Dr Wahddie Haddad.

Mulai hari Rabu, 47 sandera yang disusulkan 101 sandera lainnya diterbangkan ke Paris atas keputusan para pembajak, menyambut janji positif pemerintah Israel yang memberi harapan untuk melepaskan beberapa tawanan. Selama negosiasi ini, ternyata para pembajak mau mengundurkan batas akhir tuntutan mereka sampai Minggu malam. Namun betapa terkejutnya Israel melihat kenyataan yang ada di Paris. Ternyata semua sandera yang dibebaskan oleh pembajak, tak satupun dari warga Yahudi Israel.

Maka meledaklah amarah para petinggi Israel. Sehingga keputusan operasi militer akan segera dimulai, karena Israel meyakini bahwa mereka sudah pasti tidak akan mengabulkan tawarannya. 

Serbuan Udara Dimulai
Melesetnya negosiasi selanjutnya, Panglima AU Marsekal Beni Peled pada hari Rabu, memaparkan sebuah rencana penyerbuannya ke Entebbe bila sewaktu-waktu dibutuhkan. Menurutnya, Entebbe hanya bisa ditundukkan dengan serangan kilat. Sehingga serbuan udara menjadi pilihan utama. Mereka akan menyusupkan pasukan ke Entebbe, mengambil para sandera, dan menerbangkannya ke Nairobi. Setelah mengisi bahan bakar, pesawat akan terbang pulang ke Israel. 

Dalam waktu singkat, Israel telah mengumpulkan pasukan elitnya di bawah komando Brigjen Dan Shomron. Sedangkan sebagai komandan pelaksana adalah Letkol Yonatan Netanyahu, yang akrab dipanggil Yoni. Yoni dan 180 anak buahnya hanya sempat berlatih sehari saja di gurun Sinai. Kebodohan yang pernah dibuat Idi Amin adalah menyuruh orang Israel untuk membangun bandara Entebbe dan ia cepat melupakannya. Sedangkan kebodohan pembajak adalah melepaskan beberapa sanderanya. Orang-orang itulah yang memberi keterangan inteljen yang lengkap tentang bandara Entebbe, termasuk dimana tempat tangki minyak, radar, posisi pasukan/pembajak, pesawat tempur dan saluran komunikasi. Pada hari Sabtu malam, tujuh hari setelah pembajakaan berlangsung, Operasi Entebbe pun dimulai.
Pada malam harinya, tiga buah C-130 menyusuri Laut Merah pada ketinggian rendah dan dalam formulasi dekat, sementara 20 km diatasnya rombongan pesawat tempur F-4 Phantom mengawalnya dengan penuh ketelitian dan kecermatan. Phantom hanya mengawal sampai di perbatasan dan kembali karena daya jelajahnya tidak mampu untuk mencapai Entebbe.

Pada saat yang sama juga telah terbang dua pesawat Boeing 707 yang disamarkan menjadi penerbangan komersial ke Nairobi LY 167. Kedua pesawat tersebut terbang dalam formulasi dekat pada ketinggian 10 km, sehingga radar Mesir, Saudi Arabia, dan Ethiopia hanya mendeteksi satu pesawat yang melintas di area mereka. Pada kenyataannya ada dua pesawat berbadan lebar yang melintas. Pesawat pertama adalah LY 167 yang sebagai rumah sakit terbang Israel yang akan mendarat di Nairobi. Pesawat kedua adalah pesawat beregistrasi militer 4XBY8 dengan nama sandi LY 169, yang akan berfungsi sebagai pos komando dan pengendali operasi Entebbe dan akan melindungi ketiga Hercules saat pesawat Phantom kembali ke pangkalannya. Didalam LY 169 ada Marsekal Peled dan wakil panglima AB Jendral Yekuti Adam mengawasi situasi ketiga Hercules yang sedang menyusuri lembah-lembah di perbatasan Ethiopia dan Kenya. Mereka saling berkomunikasi pada suatu frekuensi radio yang sangat rahasia dan anti sadap.

Pesawat LY 169 memisahkan diri di atas wilayah Sudan dan masuk ke wilayah udara Uganda dengan nama African Airways Boeing 707. Mengapa di atas Sudan? Karena radar Sudan pun sudah dirusak oleh agen-agen Israel. Seakan-akan sedang mengalami kerusakan, pesawat memasuki wilayah udara Uganda. Pesawat sengaja dibiarkan nampak pada layar radar bandara Entebbe. Penerbang LY 169 lalu melapor ke tower Entebbe, “Pesawat saya sudah tidak bisa dikendalikan dan akan mendarat darurat di Entebbe.” Dan tiba-tiba pesawat Boeing itu bergerak turun dan menghilang dari layar radar bandara. Petugas tower menyangka bahwa pesawat itu sudah jatuh di sekitar Danau Victoria yang terletak di 5 km kepanjangan landasan.

Selanjutnya, mereka mencoba contack keluar namun saluran telpon sudah mati. Pada detik sebelumnya, agen Israel telah memutus saluran telpon bandara. Agen lainnya bersiap di jalan antara bandara menuju markas Angkatan Perang Uganda dengan detonator yang siap diledakkan. Apa yang terjadi dengan pesawat LY 169 yang akan menjadi pos komando tersebut? Ternyata mudah saja. Penerbang merubah kecepatan pesawat dari 200 knot ke 296 knot. Pada kecepatan ini, radar Uganda tidak akan mampu mendeteksi Boeing 707. Pesawat tidak jatuh ataupun mengalami kerusakan. Ia terbang turun, lalu naik lagi di ketinggian 10 km dan berputar mengawasi tiga Hercules yang telah muncul dari kegelapan lembah. Belum habis keterheranan 3 petugas tower, tiba-tiba mereka mendengar radio berbunyi, “Tower, ini adalah penerbangan no. 166 yang membawa tawanan perang dari Tel Aviv. Dapatkah saya mendapat ijin mendarat?” Suara ini berasal dari salah satu pesawat Hercules yang sudah berada 5 km diujung landasan.

Petugas tower itu dikejutkan saat melihat tiga pesawat besar telah mendarat di kegelapan landasan. Dua petugas berusaha mengeplot letak jatuhnya pesawat LY 169, satu petugas berusaha menelpon ke direktorat penerbangan sipil untuk menanyakan ijin ketiga pesawat yang sudah nyelonong masuk ke Entebbe. Yang menambah mereka heran adalah saat melihat bahwa tiga pesawat yang datang bukan pesawat sipil, namun pesawat gemuk yang disamarkan dalam warna militer.
Di dalam pesawat, Yoni berdiri tegak di pintu keluar memandang anak buahnya. Sebuah mercedes hitam dikawal dua land rover telah siap bergerak bersama-sama keluarnya pasukan. Mobil itu adalah mobil palsu Presiden Idi Amin, untuk mengelabui musuh.
Aksi di Sasaran
 “Go!” teriak Yoni. Satu kendaraan land rover bergerak keluar diikuti mercedes, lalu land rover kedua. Kemudian, Ketiga mobil itu bergerak mendekat gedung tua bersama pasukan para yang dipimpin perwira muda berusia 30 tahun tersebut. Para pembajak dan pasukan Uganda tentunya sangat terkejut melihat Presiden datang malam-malam ke bandara dengan pesawat besar. “Bukankah Presiden sedang mengikuti konferensi di Mauritius?” tanya mereka dalam hati. Seorang pasukan Uganda mendekat ke mobil dan disambut dengan rentetan tembakan. Dia menjadi korban pertama dalam Operasi Entebbe.

Sesuai latihan yang hanya dilaksanakan pada hari Jum’at, pasukan hanya punya waktu 45 detik untuk mencapai ruangan para sandera. Latihan yang hanya sempat dilaksanakan itu terbayar sudah. Walaupun pasukan Uganda berusaha menghadang, pasukan Yoni yang menyerbu bagai air bah telah merangsek cepat. Melihat itu semua, Gabrielle Tiedemann meraih pistolnya dan membidik seorang prajurit yang sedang berlari di halaman gedung. Baru satu tembakan meletus, lusinan peluru telah menghunjam di badannya dari senapan otomatis pasukan Israel yang telah bermunculan. Wilfred Boese yang berada di dalam ruangan juga segera meraih senapan mesinnya setelah mendengar suara rentetan tembakan di luar gedung. Segera dia membidik para sandera. Saat jari-jemarinya siap menarik picu senapan, Boese sudah harus meregang nyawa oleh peluru pasukan Israel. Para sandera yang tidak tahu akan adanya operasi itu menjadi histeris. Untungnya, pasukan Israel langsung berteriak-teriak menggunakan bahasa Hebrew, “Kami akan membawamu pulang…!” berkali-kali teriakan terdengar.
Selain menyerbu gedung tua tempat sandera, dua unit pasukan dengan jeep bersenjata otomatis bergerak terpisah. Satu unit bergabung dengan agen Israel menutup jalan yang menghubungkan bandara ke markas angkatan perang Uganda. Unit yang lain menuju markas skadron Mig dan menanaminya dengan puluhan detonator. Dan sesaat kemudian terdengar suara ledakan dahsyat. Pesawat-pesawat Mig Uganda hancur berkeping-keping. Sebuah roket melesat cepat menghantam tower. Pasukan Uganda yang berhasil berkelompok terus mengadakan perlawanan sengit. Di atas gedung, sebuah granat meledak menyebabkan tewasnya 2 pembajak berkebangsaan Palestina. Mengelilingi ketiga Hercules, dokter-dokter bedah kelas satu bertiarap dengan senapan mesin. Selain mengevakuasi korban, merekapun mendapat tugas tambahan menjaga pesawat selama proses penyerbuan.

Setelah gedung tua dikuasai, Yoni terlihat bergerak keluar untuk melihat pasukannya. Tak ada yang menyangka sebuah senapan telah mengintipnya dari atas tower, “Ret…tet… tet… tet…” dan Yoni pun roboh. Peluru prajurit Uganda itu menembus punggungnya. Tim dokter yang ada di pesawat coba untuk menolongnya namun gagal. “Yoni tertembak !” teriakan itu menggema ke seluruh penjuru, ke pesawat pos komando yang terbang berputar di atas Entebbe, juga ke markas tertinggi di Israel. Namun demikian, operasi terus berlanjut. Pasukan Israel mengumpulkan semua sandera dan menghitungnya, 104 sandera dan 12 awak pesawat. Mereka semua digiring menuju pesawat dengan perlindungan barikade prajurit Israel.

Di seberang sana, di dalam pesawat Hercules ketiga, Brigjen Dan Shomron berusaha mengamankan pergerakan pasukan dan warga Israel menuju pesawat. Mereka sudah 53 menit berada di bandara Entebbe. Pasukan Uganda sudah kocar kacir. Beberapa prajurit Israel menghitung dan menghitung lagi jumlah sandera yang berhasil dibebaskan. Setelah jumlahnya lengkap, satu persatu dari tiga Hercules mulai bergerak meninggalkan Entebbe. Hercules terakhir adalah tempat Shomron berada. Saat pesawat terakhir ini bergerak ke landasan, moncong senapan mesin masih menyembul di pintu belakang pesawat yang sengaja di buka. Membuat pasukan Uganda takut untuk mendekat. Beberapa pasukan Uganda lari ke tower dan mematikan lampu landasan. Namun sia-sia juga usaha mereka. Lampu landasan memang mati, namun pesawat ketiga itupun mengangkasa meninggalkan Uganda menuju Nairobi, untuk kemudian meneruskan perjalanannya pulang ke Israel.

Di atas Danau Victoria, tiga buah Hercules sedang terbang rendah menuju Nairobi. Pada awalnya penerbang akan membuang mobil mercedes hitam Idi Amin palsu di danau ini. Namun mengingat besarnya jasa yang telah diberikan pada negara, mercedes hitam itu dibawa pulang ke Israel. Bukan untuk menjadi mobil palsu Idi Amin lagi, namun sebagai saksi sejarah. Di atas Laut Merah, dua skadron pesawat Phantom terbang bergerombol menyambut kedatangan 3 Hercules dan 2 Boeing-707 yang telah mencatat sejarah. Di bandara Ben Gurion, Tel Aviv, massa menyambut kedatangan para sandera dengan gegap gempita. Di hari Minggu tersebut, semua orang Yahudi serasa 10 senti lebih tinggi dari sehari sebelumnya. Dan pada hari yang sama, Idi Amin terbangun dengan sebuah kejutan paling dahsyat semasa kariernya
sumber: http://tasmiliter.blogspot.com

Selasa, Juli 19, 2011

Ultah ke-5

Senin, 18 Juli 2011 ananda Rifqi memasuki usia ke-5. Alhamdulillah ananda udah naik kelas ke TK B atau kelas nol besar. Seiring bertambahnya usia, kemampuan ananda Rifqi juga semakin bertambah, antara lain kemampuan berhitung cepat atau jari pintar yang udah mencapai 2 digit atau hitung cepat dengan menggunakan jari sampai dengan puluhan, juga sekarang klo mau shalat maghrib berjamaah dia juga udah bisa mengumandangkan iqamah, juga beberapa surah pendek di Al-Qur'an, serta do'a selesai shalat berupa do'a utk orangtua dan do'a sapu jagat (rabbanaa aatinaa dst). 
Syukuran kecil2an bersama eyang uti, bude Ela, mamaku, papaku, mas Alif, mas Eang, mas Hanif dan Rifqi dengan makan bersama di CBD, asyiiik.. :







Jumat, Juli 15, 2011

Aku Mau Mamaku Kembali

Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada Papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa.

Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka merekapun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan Negara yang Tinggi kepadanya. Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China .



Tepatnya 27 Januari 2006 Pemerintah China, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara Nasional keseluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.



Mengikuti kisahnya di televisi, membuat saya ingin menuliskan cerita ini untuk melihat semangatnya yang luar biasa. Bagi saya Zhang Da sangat istimewa dan luar biasa karena ia termasuk 10 orang yang paling luar biasa di antara 1,4 milyar manusia.



Pada waktu tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Mamanya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat.



Ia harus sekolah, ia haru mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini.

Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah. Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.



Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan.



Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya.



Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat. ZhangDa Merawat Papanya yang Sakit.



Sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya. Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih.



Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.

Zhang Da menyuntik sendiri papanya. Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli.



Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi/suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri. Saya sungguh kagum, kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa memberi injeksi saya baru tahu hanya Zhang Da. Orang bisa bilang apa yang dilakukannya adalah perbuatan nekad, sayapun berpendapat demikian.



Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya.



Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik.



Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, Pembawa Acara (MC) bertanya kepadanya, “Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu, berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!”

Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, “Sebut saja, mereka bisa membantumu” Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, “Aku Mau Mama Kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu Papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama Kembalilah!” demikian Zhang dan bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.



Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, saya pun tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya.



Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya, mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit, mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat katabelece yang dipegangnya semua akan membantunya. Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya.



Aku Mau Mama Kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.



Betapa pentingnya arti seorang mama …
 
sumber : http://situslakalaka.blogspot.com

Kamis, Juli 14, 2011

Naik Kelas Baru, Baju Juga Baru :)

Hari ini Kamis, 14 Juli 2011 ananda Rifqi masuk sekolah kembali setelah liburan kenaikan kelas sejak bulan Juni kemarin. Alhamdulillah nilai rapor ananda Rifqi bagus dan oleh mamanya dihadiahin sepeda baru.. :) Bahkan saat masuk sekolah perdana pada hari ini, baju sekolahnya pun... baru!! Mantaaap, he..he..
serius nih, tp keren jg sih

gaya dengan baju baru euy!!






Senin, Juli 11, 2011

Cukur Rambut

Hari Minggu kemarin 10 Juli 2011, ananda Rifqi diajak papaku untuk cukur rambut mengingat rambutnya udh panjang dan besok udh masuk sekolah lagi setelah liburan panjang. Sesampainya di tempat cukur yang terletak di dekat langganan pecel ayam, dengan percaya diri ananda Rifqi duduk sendiri di kursi cukur tanpa dipangku lagi seperti sebelum-sebelumnya, tapi papaku duduk di kursi sebelahnya. Alhamdulillah, dia udah mulai PD, mudah-mudahan meningkat terus ya PD-nya Nak....



Senin, Juli 04, 2011

Sepeda Baru

Rabu, 22 Juni 2011 bertepatan HUT Jakarta ke-484, ananda Rifqi, papaku dan mamaku jalan-jalan ke Jakarta Fair di Kemayoran. Berangkat dari rumah ke Monas, trus naik bis gratis yg disediakan oleh pengelola Jakarta Fair menuju ke pasar malam modern yang dulunya berada di Monas. Di sana ananda Rifqi sempat main balap mobil, makan malam dan akhirnya beli sepeda deh, itung-itung hadiah dari papa dan mama karena nilai rapor ananda yg bagus. 
Sabtu pagi bersama papaku, ananda mencoba sepeda barunya di lapangan dekat rumah. Berikut foto-fotonya: