Senin, Desember 30, 2013

Mukjizat Rasulullah SAW


Keluarnya air dari jari-jemari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan salah satu bukti kebenaran risalah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kejadian itu disaksikan oleh banyak orang dan terjadi diluar kemampuan manusia. Di antara hadits yang menerangkan peristiwa itu, ialah seperti diceritakan oleh sahabat Anas bin Malik yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim:
“Saya melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan ketika itu waktu Ahsar telah tiba. Lalu manusia mencari air untuk berwudhu, tetapi tidak memperolehnya. Lalu ada seseorang membawakan air untuk berwudhu. Maka beliau meletakkan tangannya ke dalam bejana tempat air itu, dan menyuru semua orang berwudhu dari situ.” Anas bin Malik Radiyallahu Anhu berkata: “Saya melihat air keluar dari jari-jari beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga semua orang dapat berwudhu dengan air itu.” (HR. Bukhari, 3573, dalam kitab Manaqib, Bab: Alamat Nubuwwah fil-Islam, dan Muslim, 2279)

Pada suatu hari saat peperangan Hudaibaiyyah, orang-orang mengalami kehausan. Mereka tidak mendapatkan air untuk minum dan berwudhu kecuali sedikit yang ada di wadah minum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu, lalu manusia berebut untuk mendapatkan air karena sangat sedikitnya air, sehingga beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah yang terjadi dengan kalian?” Mereka menjawab, “Kami tidak memiliki air untuk berwudhu dan minum melainkan yang engkau miliki.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya di sebuah tempat, lalu air memancar dari jari-jari beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti mata air. Kemudian kamipun minum dan berwudhu.

Kemudian perawi hadits, Salim bin Abi Ja’d bertanya kepada Jaabir bin Abdillah: “Berapakah jumlah kalian?” Jaabir menjawab, “Seandainya jumlah kami seratus ribu, pastikan akan mencukupi. Akan tetapi jumlah kami hanya lima ratus orang).” (HR. Al-Bukhari no. 3576, dan Muslim no. 1856)

Qadhi Iyadh berkata, “Kisah yang diriwayatkan oleh orang-orang yang tsiqah (dipercaya) ini dari kalangan jamaah yang banyak, sanadnya sampai kepada para sahabat. Dan peristiwa itu terjadi di tempat-tempat berkumpulnya sebagian mereka, di tempat keramaian, dan di tempat berkumpulnya pasukan perang. Tidak ada satu pun yang mengingkari perawi tersebut. Sehingga hal ini merupakan sebuah tambahan yang menjelaskan tentang kenabiannya.” (Fathul-Bari, 6/676)

Ibnu Abdil Barr menukil perkataan Imam Al-Muzani, bahwasanya ia berkata: “Keluarnya air dari jari-jemari Rasulullah itu merupakan mukjizat yang lebih agung ketimbang keluarnya air dari batu ketika Nabi Musa memukulkan tongkatnya yang kemudian memancarkan air darinya. Karena keluarnya air dari batu merupakan perihal yang telah dimengerti dan dikenal, berbeda dengan keluarnya air di antara daging dan darah.” (Fathul-Bari, 6/677)
Sebuah syair berbunyi:
“Kalaupun dahulu Musa ‘alaihis salam dapat memancarkan air dengan tongkatnya, maka dari tangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sungguh air menjadi meluap.”

sumber : www.KisahMuslim.com

Jumat, Desember 27, 2013

Cara Melakukan Kontak Mata Saat Public Speaking


Bagaimana cara Anda berkomunikasi saat menyampaikan informasi di depan orang banyak? Apakah Anda melihat ke dinding di depan Anda? Melihat ke Naskah? Atau melihat ke audiens?

Melihat ke audiens, tapi cuma kepala, badan atau keningnya saja? Atau melihat ke audiens, tetapi cuma sekilas saja bepindah dari satu audiens ke audiens lain layaknya bergerak seperti sedang memperhatikan pertandingan tenis tengok ke kiri dan ke kanan.

Bagaimana dengan kontak mata Anda?

Saya baru menyadari bahwa saya pribadi ternyata jarang melakukan kontak mata dengan para audiens saat sedang memberikan presentasi kecil di kantor. Saya memang melihat ke audiens tetapi tidak pernah langsung melihat ke mata mereka. Pernah sesekali melihat ke audiens untuk tahu siapa saja yang hadir, tetapi ya itu cuma bergerak cepat dari satu audiens ke audiens lain tanpa melakukan kontak mata.

Menurut para ahli public speaking, hal seperti itu kurang baik. Kita seharusnya melakukan kontak mata dengan audiens karena kontak mata akan membuat kita terhubung dengan audiens.

Kontak mata cerminan bahwa Anda sedang berbicara lansung dengan audiens Anda. Selanjutnya, audiens akan merasakan hal yang sama. Mereka merasa diperhatikan oleh Anda. Pada gilirannya, mereka akan sudi mendengarkan dan menyimak apa yang Anda sampaikan.

Terlepas dari faktor budaya dan kebiasaan antar negara. Saya menyadari pentingnya saran tersebut, tetapi bagaimana melakukannya?

Banyak tips perihal kontak mata saat berbicara di depan publik, tetapi sedikit sekali yang berbicara detail bagaimana melakukannya. Dan dari semua tips tersebut, saya menyukai cara dibawah ini yang cukup mudah bila ingin kita praktekan suatu saat nanti.

Cara kontak matanya adalah sebagai berikut:

1. Tatap mata audiens Anda untuk satu kalimat penuh. Kira-kira 3-5 detik. Jangan tegang dan terpaku. Berikan kontak mata natural. Bayangkan kontak mata saat Anda sedang berbicara dengan Ayah, Ibu, Kakak, Adik, Istri atau orang terdekat Anda. Pada saat itu, tatapan mata Anda sangat santai dan natural bukan? Lakukanlah kontak mata seperti ini ke audiens Anda.

2. Pindahkan kontak mata Anda ke audiens lain dengan durasi yang sama. Pertahankan tatapan mata natural Anda. Senyumlah dengan mata Anda. Begitu selanjutnya, pindahkan kontak mata ke audiens lainnya seakan Anda sedang berbicara satu persatu dengan mereka.

3. Terus lakukan hal tersebut sesuai aliran dari informasi yang hendak Anda sampaikan. Tidak perlu kuatir kalau ternyata audiens Anda tidak memberikan perhatian. Jangan tersinggung dan resah karena kita tidak sedang melakukan kontes adu mata. Beralihlah ke audiens lain. Tetap jaga ekspresi natural Anda.

Bagaimana teman? Sepertinya cara tersebut bisa kita lakukan ya? Namun, tunggu dulu. Cara tersebut sepertinya cuma efektif dan bisa kita praktekkan kalau kita sedang berbicara didepan audiens yang jumlahnya tidak begitu banyak. Lalu bagaimana kalau jumlah audiens kita mencapai katakanlah lebih dari 30 orang? Masa mau melakukan kontak mata satu persatu ke semua audiens kita?

Ada tips lainnya. Kita bisa gunakan teknik dengan membagi audiens kita menjadi beberapa grup. Lakukan kontak mata dengan audiens dalam grup-grup tersebut. Cara lain yang bisa kita lakukan adalah melakukan kontak mata dengan barisan terdepan sambil sesekali melihat ke kumpulan Audiens lainnya.

Pastinya, kita tidak bisa melakukan kontak mata ke semua audiens dong, tetapi pada kasus ini perhatian biasanya akan muncul dan ditularkan. Bila sebagian audiens sudah memberikan perhatian maka biasanya audiens lain juga akan turut memperhatikan.

Kalau sudah ribuan orang datang untuk mendengarkan Anda, sudah bisa dipastikan bahwa mereka datang dengan antusias untuk memperhatikan Anda. Meskipun tidak semua bisa Anda ajak berkomunikasi lewat kontak mata. Setuju ya.

Demikian para sahabat semua, cara kita melakukan kontak mata yang nanti mau saya coba praktekkan bila ada kesempatan berbicara di depan publik lagi. Sesungguhnya, ini hanya detail kecil saja dari cara kita berkomunikasi di depan publik karena faktor-faktor lain juga harus kita perhatikan.

Seperti yang pernah kita bahas dalam tulisan lalu. Kita juga harus memperhatikan faktor-faktor lain seperti persiapan, teknik penyampaian, dan lain sebagainya. Anda bisa membacanya kembali disini bila ingin mengingat atau mengetahuinya lagi.

Mungkin Anda punya pendapat lain atau ingin menambahkan? Silahkan memberikan komentarnya dan silahkan juga bila mungkin ingin membagikan ke teman dan sahabat lainnya.

sumber : http://dedenhendrayana.com/2013/08/02

Pidato Yg Baik Walau Tanpa Persiapan



Pidato sambutan selalu kita jumpai dalam acara-acara tertentu seperti seminar, pelatihan, perayaan hari besar, pernikahan, perayaan khusus, ulang tahun dan lain sebagainya. Pidato ini cukup unik karena terkadang dilakukan tanpa persiapan sama sekali. Anda mungkin saja tiba-tiba diminta untuk memberikan sambutan di acara tertentu dan sebagai seorang pemimpin wajib bisa hukumnya.

Bagi Anda yang sudah terbiasa memberikan sambutan pasti mudah saja melakukannya, tetapi bagi yang belum pernah melakukannya pasti timbul masalah. Mau bicara saja sudah bingung, tambah lagi harus mengatasi rasa grogi bicara di depan umum. Lengkaplah sudah penderitaan.

Kata orang, percaya diri dulu yang penting maka bicara akan mengalir dengan sendirinya. Saya sangat setuju dengan hal ini. Percaya diri kuncinya. Namun, tiba-tiba tercetus ide untuk mencari tahu ada tidak metode yang baik untuk memberikan sambutan. Langsung saja surfing di internet. Aha… ternyata ada.

 

Metode Umum untuk Pidato Sambutan


Pidato sambutan, dari beberapa sumber yang saya baca, sebenarnya adalah semacam pidato singkat yang sebaiknya memenuhi struktur berikut: ada bagian pembuka, ada bagian isi materi dan ada bagian penutup agar sambutan bisa baik dan berkesan.

Pembukaan: memberikan pembukaan sambil memberikan “attention getting” ke audiens.
Isi Materi: memberikan detail penjelasan atas tema dan manfaatnya.
Penutup: memberikan kesimpulan dan ajakan aksi kepada audiens.

Sambutan bisa saja disampaikan dengan naskah atau tanpa naskah, tetapi struktur sebaiknya harus lengkap. Sebagai ilustrasi, saya ingin memberikan contoh pendek sambutan seorang GM Produksi suatu perusahaan di acara safety talk dengan tema “Kesehatan Ginjal” berikut ini:

(Pembukaan) Assalamu alaikum Wr. Wb. terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk saya. Pertama-tama saya ucapkan selamat datang kepada Ibu Dokter dan terima kasih telah menyempatkan waktunya untuk hadir dan memberikan presentasi di safety talk perusahaan kami. Terima kasih juga untuk kehadiran teman-teman kerja semua.

(Isi materi) Seperti kita sama-sama ketahui, safety talk adalah program bulanan di perusahaan kita yang ditujukan untuk selalu memberikan penyegaran dan meningkatkan perhatian dari teman-teman sekalian akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja. Materi perihal kesehatan ginjal saat ini sangat bagus sekali. Saya yakin materi ini sangat berguna untuk kita semua.

(Penutup) Mari sama-sama kita berikan perhatian untuk mendengarkan penjelasan dari Dokter. Semoga kita bisa mengambil manfaat dan mempraktekkan cara-cara baik untuk menjaga ginjal kita agar tetap sehat. Terima kasih. Assalamu Alaikum Wr. Wb.

 

Metode P.R.E.P untuk Pidato Sambutan


Sambutan seperti diatas sudah oke sebenarnya. Namanya juga sambutan, kita bebas mau menyampaikan apa yang penting relevan dengan acara. Namun, ada metode lain bisa kita gunakan agar sambutan kita menjadi lebih baik.

Ada lebih dari 2 metode yang bisa kita gunakan, tetapi saya sangat suka belajar dan menggunakan satu metode saja yakni metode P.R.E.P. Metode ini bisa kita gunakan pada acara apapun bila terpaksa kita harus memberikan sambutan meskipun tanpa persiapan.

Metode P.R.E.P merupakan singkatan dari Point, Reason, Example, Point. Metode ini menyajikan kerangka sambutan sebagai berikut:
 
Point: menyampaikan tema awal Anda (pembukaan)
Reason: menjelaskan alasan Anda memilih tema tersebut (isi materi)
Example: memberikan tambahan penjelasan atau contoh atau penjelasan detail atas alasan tema Anda (isi materi)
Point: memberikan suatu kesimpulan dan ajakan aksi (penutup)

Sebagai Ilustrasi, sambutan GM Produksi tadi diatas bisa dikembangkan dengan metode P.R.E.P menjadi sebagai berikut:

(Point) Assalamu alaikum Wr. Wb. terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk saya. Selamat datang dan terima kasih atas kesediaan Dokter untuk hadir dan memberikan presentasi kali ini. Terima kasih juga kepada teman-teman kerja semua yang bersedia untuk hadir pada safety talk kali ini yang akan menyajikan tema perihal “Kesehatan Ginjal”.

(Reason) Seperti teman-teman tahu, ginjal sehat adalah angurah dari Maha Pencipta yang harus kita jaga selalu sama seperti kita menjaga jantung, hati atau paru-paru.

(Example) Ginjal sehat akan bekerja baik untuk menyaring sampah di dalam tubuh dan mengeluarkannya dari dalam tubuh. Orang bilang kita harus teratur minum setiap hari untuk menjaga ginjal kita agar tetap sehat. Menjaga makan-makanan tertentu, tidak banyak minum soda dan lain sebagainya. Namun, apakah benar demikian kata orang itu? Saya yakin jawabannya bisa kita dapatkan dari presentasi yang akan disampaikan Dokter hari ini.

(Point) Mari sama-sama, kita berikan perhatian untuk mendengar penjelasan dari Dokter. Semoga kita bisa mengambil manfaat dan mempraktekkan cara-cara baik untuk menjaga ginjal kita tetap sehat. Terima kasih sekali lagi. Assalamu Alaikum Wr. Wb.

 

Kesimpulan


Dari kedua ilustrasi diatas, kita bisa lihat bahwa kunci utama ada di tema. Kita harus cepat menangkap tema dari suatu acara bila tiba tiba dipaksa untuk memberikan sambutan. Dari situ, kita kembangkan temanya menjadi suatu cerita. Tidak perlu tegang teman-teman santai sajalah. Kita bicara untuk memberikan  sambutan bukan berbicara dalam ajang kompetisi. Lambat laun, kita akan terbiasa untuk cepat menangkap tema dan bercerita.

Sambutan yang baik hendaknya bisa membangun “commond ground” dan menempatkan audiens dalam kesetaraan. Dalam contoh di atas, sang GM selalu membangun itu dengan penggunaan kalimat: “seperti yang sudah sama-sama kita ketahui…” atau “seperti teman-teman tahu….“. Hal ini akan membuat audiens merasa dihargai dan selanjutnya membuka diri untuk mulai memberikan perhatian.

Sambutan baik bagaimana pun tidak akan diingat bila kita tidak menutupnya dengan baik. Penutup yang baik adalah yang bisa memberikan “call to action” mengajak audiens melakukan aksi tertentu. Dalam contoh diatas, Sang GM selalu menggunakan kalimat, “mari sama-sama kita….“, untuk mengajak audiensnya bersedia memberikan perhatian lebih ke presentasi selanjutnya.

Hindari kalimat penutup negatif yang justru memberikan kesan berbeda dengan maksud kita sesungguhnya. Contoh: “semoga saudara-saudara tidak bosan mengikuti acara ini” atau “semoga saudara-saudara tidak mengantuk“. Kalimat ini justru akan membuat audiens mengira bahwa acara akan membosankan dan membuat ngantuk daripada memberikan atensi lebih.

Demikian teman-teman, cara singkat memberikan sambutan yang baik. Silahkan memberikan tanggapan atau menambahkan serta men-share tulisan kali ini. Terima kasih.

sumber : http://dedenhendrayana.com/2013/08/02

Stop Cemas Saat Wawancara Kerja


Bagaimana menghadapi wawancara kerja? Pertanyaan ini akan muncul saat Anda mendapat kabar untuk wawancara kerja dari salah satu perusahaan yang Anda minati.

Perihal busana, lokasi wawancara dan datang tepat waktu semua sudah pasti tahu dan mudah mempersiapkannya. Namun, kita akan selalu cemas pada persiapan apa yang harus dilakukan agar bisa lancar menjawab pertanyaan-pertanyaan wawancara kerja nanti.

Kecemasan tingkat tinggi terutama akan dialami oleh teman-teman yang baru lulus. Mereka cenderung menghapal semua tips untuk menjawab pertanyaan wawancara kerja. Sementara, para profesional lain yang sudah pengalaman akan lebih santai dan berasa nothing to lose karena kalaupun tidak sukses wawancara kerja saat ini juga kan masih kerja.

Padahal, kita cuma perlu keluar dari pola pikir kita dan cobalah berpikir dari sudut pandang si pewawancara kerja. Mudahnya begini, bila Anda yang akan menjadi pewawancara kerja maka apa sebenarnya yang Anda mau tahu dari kegiatan itu sehingga Anda yakin bahwa dialah calon pekerja yang sesuai dengan kriteria Anda?

Menjawab inipun kadang susah. Tidak semua pewawancara kerja punya struktur pertanyaan yang baik untuk ditanyakan saat proses wawancara kerja. Beberapa ada yang belum terlatih untuk melakukannya. Saya pun mengalaminya saat awal mulai berperan menjadi pewawancara kerja.

Kami tidak punya persiapan terstruktur informasi apa yang mau ditanyakan. Hal ini membuat kami tidak fokus. Ada hal tertentu yang ingin kami cari informasinya menjadi tidak dapat terpenuhi. Tujuan wawancara kerja menjadi tidak bisa tercapai. Akibatnya, hanya subjektifitas yang muncul dalam menilai hasil wawancara kerja.

Saya jadi berpikir bahwa seharusnya baik pewawancara kerja maupun yang diwawancarai mengerti apa tujuan dari kegiatan wawancara kerja dan apa yang ingin diketahui sesungguhnya dari proses itu.

Dari semua kajian perihal wawancara kerja, saya sangat menyukai tulisan dari George Bradt, penulis buku dan kontributor pada forbes. George bilang bahwa sesungguhnya hanya ada 3 pertanyaan yang ingin diketahui dalam proses wawancara kerja. Ketiga pertanyaan itu adalah: kekuatan, motivasi dan kesesuaian Anda terhadap pekerjaan yang ditawarkan.

1. Kekuatan

Inti dari percakapan wawancara yang pertama adalah untuk mengetahui apakah Anda memiliki pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan tersebut? Pertanyaan-pertanyaan turunan yang sering ditanyakan antara lain:
  • Coba cerita mengenai diri Anda,
  • Coba ceritakan mengenai pekerjaan sekarang ini,
  • Apakah Anda pernah menangani konflik dalam team,
  • Apakah Anda pernah melakukan negosiasi dsb.
Fokuslah pada pencapaian kinerja yang Anda raih selama di bangku pendidikan atau selama bekerja Anda saat ini. Jangan terlalu terpaku pada deskripsi kerja karena pewawancara sudah membacanya dari CV Anda. Berikan penjelasan perihal prestasi dalam jawaban Anda meskipun pewawancara berputar-putar dengan pertanyaannya. Anda sedang mempromosikan diri Anda jadi selipkan prestasi disetiap jawaban bila memungkinkan.

2. Motivasi

Inti dari percakapan wawancara yang kedua adalah untuk mengetahui motivasi Anda bekerja. Pewawancara ingin tahu apa yang membuat Anda ingin bekerja dan tertarik untuk bergabung dengan mereka. Pertanyaan-pertanyaan turunan yang sering ditanyakan antara lain:
  • Kenapa Anda mau pindah dari pekerjaan sekarang,
  • Kenapa Anda tertarik bekerja di perusahaan kami,
  • Ceritakan kenapa Kami harus mempekerjakan Anda dsb.
Satu alasan kenapa pemberi kerja akan bertanya perihal ini. Mereka tahu benar kondisi perusahaannya saat ini sedangkan Anda tidak. Mereka ingin tahu apakah motif Anda bekerja lebih karena berharap penghasilan lebih atau karena keinginan Anda untuk memberikan kontribusi bagi perusahaan.

Tentunya Anda harus berhati-hati dalam pertanyaan motivasi ini. Jangan terjebak untuk bertanya lebih dulu bagaimana benefit yang akan didapatkan. Perusahaan yang baik akan adil terhadap Anda bila memang Anda terbukti memberikan kontribusi baik buat perusahaan.

3. Kesesuaian

Inti dari percakapan wawacara yang ketiga adalah mengetahui apakah anda orang yang tepat untuk menerima pekerjaan tersebut? Anda mungkin punya kemampuan untuk bekerja, dan memiliki motivasi tinggi, tetapi bila cara kerja Anda tidak sesuai dengan budaya perusahaan tentunya kinerja terbaik dari Anda tidak akan muncul.

Pertanyaan-pertanyaan turunan yang sering ditanyakan mengacu pada kesesuaian antara lain:
  • Apa kekuatan dan kekurangan Anda,
  • Anda lebih menyukai bekerja sendiri atau bekerja dengan team,
  • Apa cita-cita Anda dalam 1-3 tahun kedepan dsb.
Pewawancara kerja ingin kepastian bahwa mereka mendapatkan orang yang tepat untuk mengisi kekosongan dalam team mereka tanpa perlu merubah tatanan kerja yang sekarang ini berlaku. Mereka juga ingin kepastian bahwa Anda bisa melakukan penyesuaian kerja dengan cepat dan bisa bekerjasama dengan anggota team lainnya tanpa menemui banyak hambatan.

Penutup

Para sahabat semua. Apa yang diutarakan diatas semoga bisa mengurangi dan menghilangkan kecemasan. Bila kita bekerja selama ini dengan baik ataupun punya prestasi gemilang di bangku kuliah maka semua pertanyaan wawancara kerja tersebut akan mudah untuk dijawab.

Buat saya ini sangat berguna. Saya jadi tahu kemana dan mau apa sebenarnya yang ingin saya ketahui dari proses wawancara kerja. Semoga berguna juga untuk Anda semua baik nanti yang mau jadi pewawancara dan atau menjadi orang yang diwawancarai.

Jangan lupa, segala bentuk komunikasi itu akan menjadi mudah kalau kita bisa membangun kedekatan dengan cepat. Kedekatan dalam proses wawancara akan menghilangkan kecemasan.

Bila masing-masing sudah “klik” proses wawancara kerja akan mengasyikan. Bagaimana hasil akhir apakah Anda lanjut ke tahap selanjutnya atau tidak, tinggal berserah diri saja pada Yang Maha Mengatur Rejeki.

Bagaimana menjalin kedekatan sudah pernah kita bahas di blog ini. Tipsnya sangat bermanfaat dan dapat kita terapkan untuk wawancara kerja. Anda bisa kembali membaca tulisan perihal itu disini
Bangunlah keakraban dengan bijaksana agar proses interview bisa menghasilkan tujuan yang diharapkan.
Demikian. Silahkan bila ingin menambahkan.

sumber : http://dedenhendrayana.com/2013/10/07

Senin, Desember 23, 2013

Doa Walimah untuk Anak


Ya Allah muliakanlah anak kami ini, panjangkanlah usianya, terangkanlah hatinya, teguhkanlah imannya, perbaikilah amal perbuatannya, luaskanlah rezkinya, dekatkanlah dia pada kebaikan dan jauhkanlah dia dari keburukan.



Ya Allah kabulkanlah permohonan kami, ridhoilah keinginan kami dan terimalah amal kebajikan kami. 
Semoga Allah SWT melimpahkan shalawat dan salam atas junjungan Nabi Besar Muhammad SAW, keluarganya dan para sahabatnya, aamiin.

Minggu, Desember 22, 2013

Resiko Makan Mie Instan



Siapa yang belum pernah makan mie instan? Hampir semua orang dipastikan pernah makan mie instan. Entah pagi, siang atau malam, sepertinya pas saja kalo makan mie instan. Apalagi kalau cuaca dingin, paling sip makan mie instan, terasa segar nikmatnya.

Tapi, tahukah kita sebagian zat yang terkandung di mie instan ? Ternyata tidak baik dikonsumsi. Apalagi banyak orang mengkonsumsi mie instan dalam waktu yang lama dan hampir setiap hari. Mau tahu apa saja bahaya mie instan ? Mari kita coba cermati. 

Mie instan dibuat dari campuran tepung, minyak sayur, garam, dan beberapa bahan aditif seperti natrium polifosfat (berfungsi sebagai pengemulsi/penstabil), natrium karbonat dan kalium karbonat yang berfungsi sebagai pengatur asam. Selain itu, mie yang tampilannya menarik rupanya juga karena “dipoles” zat pewarna kuning (tartrazine). Selain mie itu sendiri, ada pula bumbu mie instan yang banyak mengandung garam, cabe, dan bumbu-bumbu lain. Bumbu mie instan juga tak lepas dari zat aditif makanan seperti MSG (monosodium glutamat) yang berfungsi sebagai penguat rasa.

Mie instan yang beredar saat ini, ternyata cukup membahayakan. Telah diketahui bahwa permukaan mie instan dilapisi oleh lilin. Inilah kenapa mie tidak pernah lengket satu sama lain. Lilin ini sangat membahayakan kesehatan tubuh, karena tubuh kita butuh waktu lama untuk mencerna lilin ini, yakni sekitar dua hari. Jika zat ini terus menumpuk dalam tubuh, kemungkinan kita untuk terkena penyakit kanker sangatlah tinggi. Misalnya, kanker hati, usus, atau leukimia. Tak hanya lilin dari mie instan, bumbu zat aditif seperti MSG pun bisa menjadi pemicu kanker dalam tubuh.

Mengkonsumsi mie instan terus-menerus sama dengan menumpuk zat-zat kimia berbahaya dalam tubuh dan efeknya bisa merusakkan sel-sel jaringan otak. Akibatnya, akan terjadi penurunan transmisi sinyal dalam otak. Selain itu, kerusakan jaringan sel otak ini juga akan memicu penyakit-penyakit lain seperti stroke atau kelumpuhan. 

Lalu bagaimana jika Anda memang tidak bisa lepas dari konsumsi mie instan ? Jangan khawatir, ada beberapa langkah untuk menurunkan efek jeleknya. Pertama, sebaiknya jangan setiap hari memakannya. Setelah makan mie instan, beri jangka waktu sekitar 3 hari bila ingin memakannya lagi.

Hal ini bertujuan untuk memberi waktu bagi tubuh agar bisa mencerna lilin (pelapis mie) sampai benar-benar habis dan tidak menumpuk di tubuh. Penumpukkan lilin sangat berbahaya bagi tubuh. Kita masih bisa mengkonsumsi mie dengan intensitas yang tidak sering, jadi jangan setiap hari. Seperti dengan mengkonsumsi mie instan dengan jarak tiga hari sekali juga termasuk langkah awal yang bagus menuju hidup sehat.

Saat memasak mie instan, Anda tentu merebus mie terlebih dahulu dengan air mendidih. Setelah mie instan yang anda masak tersebut telah matang jangan langsung mengkonsumsinya. Bahaya makan mie instan yang ada kandungan lilinnya selalu mengancam anda. Jadi tiriskan dulu mie yang telah matang tersebut. Untuk mie instan goreng, setelah mie masak, tiriskan lalu bilas lagi dengan air bersih yang tentunya sudah matang. Untuk mie instan kuah, setelah mie matang, jangan langsung dibubuhi bumbu mie instan. Tiriskan dahulu mie-nya, lalu buang air sisa perebusan mie. Untuk kuah, Anda bisa memakai air panas yang baru. 

Memang agak repot, namun perlakuan ini untuk meminimalisir masuknya zat lilin ke dalam tubuh. Saat mie direbus, lilin bisa lepas dari mie dan menyatu dengan air rebusan. Itulah sebabnya, sebaiknya jangan mengkonsumsi air rebusan mie. Selain itu, ada sebagian orang yang lebih suka memakan mie instan dengan kondisi yang masih kriuk-kriuk (setengah matang). Ini juga perlu berhati-hati karena bahaya makan mie instan seperti itu lebih besar dibanding makan yang matang. Kinerja organ pencernaan akan lebih berat jika kita mengkonsumsi mie instan dalam kondisi setengah matang. Bahkan bagi sebagian orang yang memang kondisi organ pencernaannya kurang baik, akan terasa mules dan sering buang air besar jika memakan mie instan dalam kondisi setengah matang.

Banyak kasus nyata tentang orang yang sakit dan diduga disebabkan terlalu banyak mengkonsumsi mie instan. Karena itu, sebaiknya mari kita mulai mengurangi konsumsi mie instan. Bukannya menakut-nakuti, tetapi pilihan makanan sehat kan masih banyak. Sayuran hijau, buah segar, tempe, tahu, dan berbagai makanan sehat lain kan masih banyak yang bisa kita konsumsi. Bukankah lebih baik mengkonsumsi makanan sehat daripada mengkonsumsi mie instan yang banyak. Sepakat ?
Sumber : http://food.lintas.me/go/mndt.lk/resiko-makan-mie-instan

Rabu, Desember 18, 2013

Ujian Kenaikan Tingkat Beladiri

Pada hari Minggu 15 Desember 2013 bertempat di halaman Masjid Agung Al-Azhar Kebayoran Baru ananda Rifqi mengikuti ujian kenaikan tingkat Al-Azhar Seni Bela Diri (ASBD) yang dikuti kurang lebih 600 anak sejabotabek. Pada event ini ananda Rifqi mengikuti materi ujian antara lain sit-up, push-up, lari dan tarung (klo di karate namanya kumite) - gaya juga nih bocah. Berikut foto-fotonya... 

 

Selasa, Desember 17, 2013

Keutamaan Surah Al-Waqiah, Ar-Rahman, As-Sajdah, dan Al-Mulk


Ke 4 surah tersebut dalam judul di atas begitu besar manfaatnya bagi si pembacanya, maka marilah kita berlomba-lomba untuk beristiqomah membacanya, menghayati artinya, lebih-lebih bila bisa kita jadikan wirid setalah shalat 5 waktu, namun bukan berarti surah-surah Al Quran yang lain kita lupakan, merupakan kewajiban bagi umat islam untuk selalu membaca, menghayati isinya, mempraktekkan dalam kehidupan sehari hari.

Beberapa riwayat dari para Sahabat Nabi Muhammad SAW:

1. Surah Al-Waqi’ah ( Qs. 56)

Ubay bin ka’b berkata bahwa Rasullulah saw bersabda:"Barang siapa yang membaca surat Al-Waqi’ah, ia akan dicatat tidak tergolong pada orang-orang yang lalai."

Abdullah bin Mas’ud berkata bahwa Rasullulah saw bersabda "Barang siapa yang membaca surat Al-Waqi’ah,ia tidak akan tertimpa oleh kefakiran selamanya."

Imam Ja’far Ash- Shadiq berkata :"Barang siapa yang membaca surat Al-Waqi’ah pada malam jum’at , ia akan dicintai oleh Allah, dicintai oleh manusia, tidak melihat kesengsaraan, kefakiran, kebutuhan, dan penyakit dunia, surat ini adalah bagian dari sahabat Amirul Mukimin (sa) yang bagi beliau memiliki keistimewan yang tidak tertandingi oleh yang lain."

Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata:"Barang siapa yang membaca surat Al-Waqi’ah sebelum tidur, ia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan wajahnya seperti bulan purnama."

2. Surah Ar-Rahman (Qs. 55)

Rasullulah SAW bersabda: "Barang siapa yang membaca surat Ar-Rahman, Allah akan menyayangi kelemahannya dan meridhai nikmat yang dikaruniakan kepadanya."

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa): "Barang siapa yang membaca surat Ar-Rahman, dan ketika membaca kalimat "Fabiayyi alai Rabbikuma tukadzdziban" ia mengucapkan "La bisyay-in min alaika rabbi akadzibu (tidak ada satupun nikmat-Mu duhai Tuhanku yang aku dustakan), jika saat membacanya itu pada malam dan siang hari kemudian ia mati, maka matinya seperti matinya orang yang syahid."

3. Surah Al-Sajadah (Qs. 32)

Imam Ja'far Ash-Shadiq (sa) berkata: "Barang siapa yang merindukan surga dan sifatnya, maka bacalah surat Al-Waqi'ah, dan barang siapa yang ingin melihat sifat neraka, maka bacalah surat As-Sajadah."

4. Surah Al-Mulk (Qs. 67)

Ibnu Abbas berkata: "Pada suatu hari ada seseorang menghampar jubahnya di atas kuburan dan dan ia tidak tahu bahwa tempat itu adalah kuburan, ia membaca surat Al-Mulk, kemudian ia mendengar suara jeritan dari dalam kuburan itu: inilah yang menyelamatkan aku. Kemudian kejadian itu diceriterakan kepada Rasullulah SAW, lalu beliau bersabda: surat Al-Mulk dapat menyelamatkan penghuni kubur dari azab kubur."

Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: "surat Al-Mulk adalah penghalang dari siksa kubur, surat ini termaktub di dalam taurat, barang siapa yang membacanya di malam hari ia akan memperoleh banyak manfaat dan kebaikan. Sungguh aku membacanya dalam shalat sunnah sesudah Isya' dalam keadaan duduk. Ayahku membacanya pada siang dan malam. Barang siapa yang membacanya, maka ketika malaikat Munkar dan Nakir akan masuk ke kuburnya dari arah kedua kakinya, kedua kakinya berkata kepada mereka: kalian tidak ada jalan kearahku, karena hamba ini berpijak kepadaku lalu ia membaca surat Al-Mulk pada siang dan malam hari; ketika mereka datang kepadanya dari rongganya, rongganya berkata kepada mereka: kalian tidak ada jalan kearahku, karena hamba ini telah menjagaku dengan surat Al-Mulk; ketika mereka datang kepadanya dari arah lisannya, lisannya berkata kepada mereka: kalian tidak ada jalan ke arahku, karena hamba ini telah membaca surat Al-Mulk setiap siang dan malam denganku."

Imam Muhammad Al-Baqir (sa): "Bacalah surat Al-Mulk, karena surat ini menjadi penyelamat dari siksa kubur."

Dari riwayat-riwayat diatas bisa kita jadikan cambuk pada diri kita untuk istiqomah membaca, mempelajari, menghafalnya, merenungkan, dan kita tularkan kepada keluarga (anak, istri) teman/sahabat agar rajin dan terbiasa dengan surah2 tersebut, dan semua yang kita lakukan (Beristiqomah dalam melaksanakan/membaca surah-surah tersebut) hanyalah mengharap Ridho dari Allah SWT.
sumber : Kaligrafi