Senin, Mei 06, 2013

Mata Kedua Syahid Menatap Rasulullah SAW



PADA tahun 1932 (atau tahun 1351H), raja Iraq yang bernama Shah Faisal I bermimpi dimana dalam mimpinya ia ditegur oleh Hudhaifah al-Yamani (salah seorang sahabat Nabi) yang berkata:

“Wahai raja! Ambillah jenazahku dan jenazah Jabir al-Ansari (juga salah seorang sahabat nabi) dari tepian sungai Tigris dan kemudian kuburkan kembali di tempat yang aman karena kuburanku sekarang dipenuhi oleh air; kuburan Jabir juga sedang dipenuhi oleh air.”

Mimpi yang sama terjadi berulang-ulang pada malam-malam berikutnya akan tetapi Raja Faisal I tidak peduli dengan mimpi itu karena ia merasa ada hal-hal lain yang jauh lebih penting dalam kehidupannya yang berupa urusan-urusan kenegaraan. Pada malam ketiga Hudhaifa al-Yamani hadir dalam mimpi Mufti Besar Iraq. Hudhaifa al-Yamani berkata dalam mimpi sang Mufti itu:

“Aku telah memberitahu raja dua malam sebelumnya untuk memindahkan jenazahku akan tetapi tampaknya ia tidak peduli. Beritahukanlah kepada raja agar ia mau sedikit berempati untuk memindahkan kuburan-kuburan kami.”

Lalu setelah mendiskusikan masalah ini, Raja Faisal, disertai oleh Perdana Menteri dan Mufti Besar bermaksud untuk melaksanakan tugas ini. Diputuskan bahwa Mufti Besar akan memberikan fatwa mengenai hal ini dan Perdana Menteri akan memberikan pernyataan kepada pers supaya semua orang tahu tentang rencana besar ini. Kemudian diumumkan kepada umum bahwa rencana ini akan dilangsungkan pada tanggal 10 Dzulhijjah setelah shalat Dzhuhur dan Ashar. Kuburan kedua sahabat Nabi itu akan dibuka dan jenazahnya (atau mungkin kerangkanya) akan dipindahkan ke tempat lain.

Karena pada waktu itu sedang musim haji, maka para jamaah haji juga ikut berkumpul di kota Mekah. Mereka meminta Raja Faisal I untuk menunda rencana itu selama beberapa hari agar mereka juga bisa melihat dengan mata kepala sendiri proses ekskavasi dari kedua tubuh sahabat nabi itu. Mereka ingin agar proses ekskavasi itu ditunda hingga mereka selesai beribadah haji. Akhirnya Raja Faisal setuju untuk menangguhkannya dan mengundurkannya hingga tanggal 20 Dzulhijjah.

Setelah shalat Dzuhur dan Ashar, pada tanggal 20 Dzulhijjah tahun 1351 (Hijriah) atau tahun 1932 Masehi, orang-orang berdatangan ke kota Baghdad. Yang datang bukan saja kaum Muslimin melainkan juga kaum Non-Muslim. Mereka berkumpul di kota Baghdad hingga penuh sesak. Ketika kuburan Hudzaifa al-Yamani dibuka segera mereka melihat bahwa kuburan itu dipenuhi air di dalamnya. Tubuh Hudzaifa al-Yamani diangkat dengan menggunakan katrol dengan sangat hati-hati agar tidak rusak dan kemudian jenazah yang tampak masih sangat segar itu dibaringkan di sebuah tandu. Kemudian Raja Faisal beserta Mufti Besar, Perdana Menteri dan Pangeran Faruq dari Mesir mendapatkan kehormatan untuk mengangkat tandu itu bersama-sama dan kemudian meletakkan jenazah segar itu ke sebuah peti mati dati kaca yang dibuat khusus untuk menyimpan jenazah-jenazah itu. Tubuh Jabir bin Abdullah Al-Ansari juga dipindahkan ke peti mati dari kaca yang sama dengan cara yang sama hati-hatinya dan dengan segenap penghormatan.

Pemandangan yang sangat menakjubkan itu sekarang sedang dilihat oleh banyak orang laki-laki dan perempuan, muda dan tua, miskin dan kaya, Muslim dan Non-Muslim. Kedua jenazah suci dari sahabat sejati Nabi yang kurang dikenal kaum Muslimin ini kelihatan masih segar dan tak tersentuh bakteri pengurai sedikitpun. Keduanya dengan mata terbuka menatap kedepan menatap kenabian yang mana keduanya membuat para penonton terperangah dan tak bisa menutup mulutnya.

Kebisuan mengharu biru … Mereka seolah tak percaya atas apa yang mereka saksikan pada hari itu.

Selain tubuh keduanya yang tampak segar bugar, juga peti mati mereka yang juga tampak masih utuh dan baru; juga pakaian yang mereka kenakan pada saat dikubur semuanya utuh dan kalau dilihat sekilas seolah-olah kedua sahabat nabi dan pahlawan Islam ini masih hidup dan hanya terbaring saja.

Kedua jasad suci ini akhirnya dibawa dan dikebumikan kembali di kuburan yang baru tidak jauh dari kuburan sahabat sejati nabi lainnya yaitu Salman Al-Farisi yang terletak di SALMAN PARK kurang lebih 30 mil jauhnya dari kota Baghdad. Kejadian ajaib ini sangat mengundang kekaguman para ilmuwan, kaum filsafat, dan para dokter. Mereka yang biasanya sangat sering berkicau memberikan analisa sesuai dengan bidangnya masing-masing, kali ini tertunduk bisu terkesima dengan kejadian yang teramat langka.

Salah satu dari mereka ialah seorang ahli fisiologis dari Jerman yang kelihatan sekali sangat tertarik dengan fenomena ini. Ia sangat ingin melihat kondisi tubuh jenazah kedua sahabat nabi itu yang pernah dikuburkan selama kurang lebih 1300 tahun lamanya. Oleh karena itu, ia serta merta langsung mendatangi Mufti Besar Iraq. Sesampainya ia di tempat dimana peristiwa akbar itu terjadi, ia langsung memegang kedua tangan sang Mufti dengan eratnya sambil berkata: “Bukti apalagi yang bisa lebih menguatkan bahwa Islam itu benar. Aku sekarang akan masuk Islam dan tolong ajari aku tentang Islam.”

Di hadapan orang banyak beribu-ribu jumlahnya yang menyaksikan dirinya, dokter dari Jerman itu menyatakan keIslamannya. Demi melihat itu banyak orang lainnya yang beragama Kristen atau Yahudi turut juga menyatakan diri sebagai Muslim pada saat itu karena mereka telah melihat bukti yang sangat nyata dipampangkan di depan mereka. Ini bukan yang pertama dan terakhir. Masih banyak lagi kaum Nasrani dan Yahudi serta dari agama lain yang berbondong-bondong masuk Islam karena telah menyaksikan atau turut mendengar kejadian aneh nan menakjubkan.
 
sumber: http://situs-lakalaka.blogspot.com

Azab Kubur Pemuda di Oman



Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Ini adalah kisah tentang seorang pemuda yang meninggal di RS di Oman, Pria berumur 18 tahun ini adalah seorang muslim dan diapun di kuburkan secara Islam setelah di mandikan.

Setelah proses penguburan sang ayah pemuda ini, begitu ragu dengan kematian anaknya, dan dia minta untuk di check ulang perihal kematian anaknya, Atas desakan ayah nya, kuburan yang baru ditutup tanah selama 3 jam itu pun di bongkar kembali.

Betapa shock sang ayah dan teman-teman dekat pemuda itu, Pria yang berumur 18 tahun setelah di kubur 3 jam cepat berubah menjadi seperti itu,

Mayat pemuda itu menjadi Biru dan terlihat menjadi jauh lebih tua dari usianya, mukanya hancur dan tulang belulangnya patah terlihat benda tumpul telah menghujam ditubuhnya. Matanya memancarkan keputus asaan dan ketakutan yang luar biasa,

Keluarga pemuda itupun menanyakannya ke seorang guru yang mengerti agama Islam dan mengatakan dengan sebenarnya bahwa itulah siksa kubur yang Allah SWT dan Baginda Nabi Muhammad SAW telah peringatkan.

Sang ayah mengatakan selama hidup anaknya telah melalaikan sholat, Hidup bebas dan berbuat banyak dosa.

Di dalam Hadis Nabi Muhammad Saw dijelaskan. Setelah kematian, roh orang yang meninggal akan kembali ke tubuh, kemudian dua malaikat akan datang, Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir, yang akan menayakan kepada KITA semua setelah mati: ..

"Siapa Tuhanmu?" orang beriman akan menjawab: "Tuhanku - Allah".

Kemudian Malaikat akan bertanya: "Apa agama Anda?" ia akan menjawab: "agama saya - Islam."

Kemudian malaikat akan bertanya : "Siapa orang yang telah dikirim kepada Anda?" ia akan menjawab: "Dia adalah seorang nabi Allah."

Kemudian mereka akan bertanya kepadanya: "Bagaimana kau tahu?" Dia akan menjawab: "Aku membaca Kitab Allah dan mempercayai Nya.

Dan kemudian dari langit suara itu akan datang: "hamba-Ku telah berbicara kebenaran, berbaring ke tempat tidur dari surga dan membuka pintu surga" - kemudian akan penuh dengan kesenangan dan ia mulai merasakan kenikmatan surga dan makamnya menjadi luas, seluas mata memandang..

Baginda Nabi Muhammad (SAW) berkata tentang orang-orang yang berdosa. Setelah kematian roh orang mati akan kembali ke tubuh, kemudian dua malaikat akan datang dan bertanya,

"Siapa Tuhanmu?" ia akan menjawab: "Saya tidak tahu."

Kemudian malaikat akan bertanya: "Siapa orang yang telah dikirim kepada Anda?" ia kembali akan menjawab: Aku "tidak tahu" –

Dan kemudian dari langit suara itu akan datang: "Dia berbohong, Masukkan dia ke dalam api neraka, dan makamnya menjadi sempit dan tepinya akan menghimpit.

Dalam Hadis itu juga dikatakan bahwa malaikat sangat bersungguh-sungguh menyiksa orang-orang yang berdosa selama interogasi di alam kubur dan penyiksaan ini akan sangat mengerikan.

Cerita tentang anak muda 18 tahun ini adalah tanda bagi orang yang beriman, Akan kah kita mampu menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir saat di alam kubur ? Hanya yang tertutup mata hatinya oleh Allah yang tidak akan merasakan takutnya azab kubur.

Mereka punya mata tapi tidak melihat, mereka punya telinga tapi tidak mendengar? Apakah mereka adalah kita ..? Sebarkan pada Orang terdekat sehingga mereka terbuka mata hatinya dan terhindar dari azab kubur yang sangat pedih …



sumber: www.strawberry.com

Kisah Unik Guru Mengaji



Kisah ini disampaikan oleh salah seorang pengajar al-Quran al-Karim di salah satu masjid di Makkah al Mukarramah. 

Ia berkata: “Telah datang kepadaku seorang anak kecil berusia tidak lebih dari sepuluh tahun yang ingin mendaftarkan diri dalam halaqah. Maka aku bertanya kepadanya: ‘Apakah engkau hafal sebagian dari al Quran?’
Ia berkata: ‘Ya.’
Aku bertanya kepadanya: ‘Bacakan dari juz 'amma!’
Maka kemudian ia membacanya.
Aku bertanya lagi: ‘Apakah kamu hafal surat tabaarak (al Mulk)?’
Ia menjawab: ‘Ya.’
Aku pun takjub dengan hafalannya dalam usia yang masih dini.”
Aku bertanya kepadanya tentang surat an Nahl. Ternyata ia hafal juga, maka semakin bertambah kekagumanku atasnya. Kemudian aku ingin mengujinya dengan surat-surat yang panjang,
aku bertanya: “Apakah engkau hafal surat al-Baqarah?”
Ia menjawab: “Ya.”
Dan ia membaca surat itu tanpa salah sedikit pun.
Kemudian aku berkata: “Wahai anakku apakah engkau hafal al Quran?”
Ia menjawab: “Ya.”

Subhanallah, dan apa yang Allah kehendaki pasti akan terjadi! Aku memintanya untuk datang esok hari bersama dengan orang tuanya, sedangkan aku sungguh benar-benar takjub. Bagaimana mungkin bapaknya melakukan hal tersebut?!

Suatu kejutan besar ketika bapak anak tersebut hadir.
Aku melihat penampilannya tidak menunjukkan orang yang komitmen kepada as-sunnah.

Segera ia berkata kepadaku :
“Saya tahu Anda heran kalau saya adalah ayahnya, tapi saya akan menghilangkan rasa keheranan Anda. Sesungguhnya di belakang anak ini ada seorang wanita yang setara dengan seribu laki-laki. Aku beritahukan kepada Anda, bahwa aku di rumah memiliki tiga anak yang semuanya hafal al-Quran. Dan anakku yang paling kecil, gadis berusia 4 tahun, sudah hafal juz 'amma.”
Aku kaget dan bertanya: “Bagaimana bisa seperti itu?!”
ia mengatakan bahwa ibu mereka ketika mereka mulai bisa berbicara pada usia bayi, maka ia memulainya dengan menghafalkan al Quran dan memotivasi mereka untuk itu. Siapa yang hafal pertama kali, maka dialah yang berhak memilih menu untuk makan malam hari itu. Siapa yang melakukan muraja'ah (setor hafalan) pertama kali, dialah yang berhak memilih kemana kami akan pergi mengisi liburan mingguan. Dan siapa yang mengkhatamkan pertama kali, maka dialah yang berhak menentukan kemana kami harus mengisi liburan. Seperti inilah, istriku menciptakan suasana kompetisi (persaingan) dalam menghafal dan melakukan muraja'ah.

Ketika merenungkan dan memikirkan kisah yang penuh pelajaran ini, kami mendapati bahwa seorang wanita shalihah yang senantiasa memperhatikan kebaikan rumah tangganya, maka dialah wanita yang Nabi telah berwasiat pada kaum laki-laki untuk memilihnya sebagai pasangan hidup.

Meninggalkan orientasi harta, kecantikan dan kedudukan.
Maka benarlah ketika Rasulullah bersabda:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا ,وَحَسَبِهَا ,وَجَمَالِهَا ,وَلِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنَ تَرِبَتْ يَدَاكَ«


“seorang wanita dinikahi karena empat hal, karena hartanya, kedudukannya, kecantikannya dan agamanya. Maka dapatkan wanita yang memiliki agama (niscaya kamu beruntung) jika tidak maka kamu akan merugi (hina) .”(HR. Bukhari)

Nabi bersabda:

»الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ«

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim)

Selamat atasnya (ibu anak tersebut) yang telah menjamin masa depan anak-anaknya dengan menjadikan al Quran sebagai pemberi syafaat kepada mereka kelak di hari kiamat.

Nabi bersabda:

»يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ اقْرَأْ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِيْ دَارِ الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ كُنْتَ تَقْرَؤُهَا«


“Akan dikatakan kepada orang yang hafal al-Quran pada hari kiamat, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya dalam kehidupan dunia, karena sesungguhnya kedudukanmu (derajat tingkatanmu) adalah pada ayat terakhir yang engkau baca.” (HR. Ibnu Hibban)

Maka bayangkanlah sekarang datangnya hari-hari itu, ketika ibu itu berdiri di padang mahsyar. Ia akan melihat anak-anaknya terus naik dan naik di hadapannya, dan tiba-tiba mereka berada di tempat yang paling tinggi. Kemudian dibawakan kepadanya mahkota al waqaar (kemuliaan) yang diletakkan di atas kepalanya. Apa yang akan dilakukan anak-anak kita jika dikatakan kepada mereka:

“Bacalah!”
Maka kemanakah (hafalan) mereka akan sampai?
Apakah akan diletakkan di atas kepala kita sebuah mahkota?
Jika didatangkan timbangan amal, maka berapa banyak lagu-lagu yang mereka hafalkan?!!

Berapa banyak gambar-gambar porno yang ada dalam HP mereka?
Berapa banyak bluetooth dengan materi menjijikkan?
Semua ini akan menjadi modal dalam timbangan amal kedua orang tua mereka!!.

Rasulullah bersabda :

»كُلُّكُمْ رَاعٍ فَمَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيْرُ الَّذِيْ عَلىَ النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْؤُوْلٌ عَنْهُمْ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلىَ أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْؤُوْلٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلىَ بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْؤُوْلَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلىَ مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْؤُوْلٌ عَنْهُ أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَ كُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ«
“Setiap dari kalian adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawa­ban atas kepemimpinannya­. Seorang pemimpin atas manusia adalah pemimpin dan dia akan dimintai pertanggungjawa­ban atas mereka. Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya dan dia akan dimintai pertanggungjawa­ban atas mereka. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan anaknya dan ia akan dimintai pertanggungjawa­ban atas mereka. Dan seorang budak adalah pemimpin atas harta tuannya dan ia akan dimintai pertanggungjawa­ban atasnya. Ketahuilah bahwa setiap dari kalian adalah pemimpin dan setiap dari kalian akan dimintai pertanggungjawa­ban atas kepemimpinannya­.” (HR. Bukhori)

Tidaklah Allah mengaruniakan kepada kita keturunan agar kita memperbanyak orang-orang yang bermaksiat kepada-Nya.
Akan tetapi agar mereka bersyukur dan ingat, apakah anak kita termasuk dari kalangan mereka?

Wahai setiap ibu, wahai saudariku semua!
Mulailah dengan mendidik dan memperbaiki anak-anak kalian.
Jadikanlah huruf dan ayat-ayat Al-Qur'an sebagai pemberat timbangan amal kalian dan saksi bagi kalian pada hari perhitungan. Hari dimana Al-Qur'an akan memberikan syafaat kepada pembacanya pada hari kiamat. Hari dimana para penghafal Al-Qur'an menempati tempat yang tinggi. Dan akan bersama mereka (orang tua mereka) menempati tempat yang tinggi.
Tentunya risalah ini juga untuk para bapak.


Bayangkan wahai para bapak, jika Anda menjadikan anak Anda hafal al-Quran. Setiap kali ia membaca satu huruf, Anda akan mendapatkan pahala setiap huruf yang ia baca dari al-Quran dalam hidupnya. Maka jadilah Anda dengan menjaga anak Anda untuk menghafalnya dengan pertolongan dari Allah Ta'ala.
Saya memohon kepada Allah agar menjaga putra putri kita, dan menjadikan mereka orang-orang yang memberi hidayah dan mendapatkan hidayah.

Jumat, Mei 03, 2013

Keutamaan Shalawat kepada Rasulullah SAW


 
Rasulullah S.A.W telah bersabda bahawa, “Malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail A.S. telah berkata kepadaku.
Berkata Jibril A.S. : “Wahai Rasulullah, barang siapa yang membaca shalawat ke atasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan saya bimbing tangannya dan akan saya bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar.”
Berkata pula Mikail A.S. : “Mereka yang bershalawat ke atas kamu akan aku beri mereka itu minum dari telagamu.”
Berkata pula Israfil A.S. : “Mereka yang bershalawat kepadamu akan aku sujud kepada Allah S.W.T dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah S.W.T mengampuni orang itu.”
Malaikat Izrail A.S pula berkata : “Bagi mereka yang bershalawat ke atasmu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh para nabi-nabi.”
Apakah kita tidak cinta kepada Rasulullah S.A.W.? Para malaikat memberikan jaminan masing-masing untuk orang-orang yang bershalawat ke atas Rasulullah S.A.W.
Dengan kisah yang dikemukakan ini, kami harap para pembaca tidak akan melepaskan peluang untuk bershalawat ke atas junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W. Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah, Rasul dan para malaikat.
 
sumber: www.alhida.com

Dahsyatnya Laa Hawla Walaa Quwwata Illaa Billaahi

La Haula wa La Quwwata Illa Billah. Ucapan tersebut sering sekali diucapkan oleh manusia, terutama orang muslim. Entah faham atau tidak yang jelas sering sekali kita jumpai di tengah masyarakat ucapan tersebut keluar dengan begitu saja. Seolah ucapan ini sudah menjadi hal biasa diucapkan saat terkejut, kagum terhadap sesuatu atau bahkan saat menunjukkan kemarahan pada orang lain.

Andai saja semua kaum muslimin tahu makna dan keutamaan ucapan La Haula wa La Quwwata Illa Billah ini, tentu mereka tak akan bermain-main begitu saja. Sebab ucapan ini adalah ucapan yang istimewa dan memiliki keutamaan luar biasa.

Suatu ketika Al Asyja’i melaporkan kepada Rasulullah SAW bahwa anaknya yang bernama Auf telah ditawan oleh musuh. Maka Rasulullah SAW berpesan kepadanya agar Al Asyja’i mengutus seseorang untuk menemui anaknya dan menyampaikan agar Auf memperbanyak membaca “La Haula wa La Quwwata Illa Billah”.

Maka setelah hal tersebut disampaikan dan Auf memperbanyak membaca “La Haula wa La Quwwata Illa Billah” terjadilah bermacam keajaiban. Betapa tidak, tali kulit yang mengikat tangan Auf tiba-tiba terlepas maka Auf pun kabur dengan menunggang onta milik musuh.

Bahkan saat Auf di kejar dan bertemu dengan musuhnya kembali dia dapat terlepas setelah membaca “La Haula wa La Quwwata Illa Billah.”

Orang tua Auf menceritakan kejadian tersebut kepada Rasulullah SAW. Maka Rasulullah SAW mengijinkan Auf untuk mengambil onta yang telah dicurinya dari musuhnya tersebut. Setelah itu turunlah ayat Al-Qur’an:

“Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan menjadikan baginya jalan keluar,” (QS. Ath Thalaq:2)

Sedemikian istimewanya ucapan “La Haula wa La Quwwata Illa Billah” sampai-sampai Rasulullah SAW bersabda:

Perbanyaklah membaca ‘La Haula wa La Quwwata Illa Billah’, karena sesungguhnya ia merupakan perbendaharaan dari perbendaharaan-perbendaharaan Surga. (HR.Ahmad)

Pengalaman luar biasa juga pernah diceritakan oleh Abu Khair, Ishaq Al Gharawi. Dia menceritakan bahwa mereka pernah diserang sebuah pasukan dengan delapan puluh ekor gajah. Akibatnya pasukan mereka, termasuk pasukan berkuda menjadi berantakan.

Peristiwa ini, ujar Abu Khair membuat Muhammad bin Qasum panik. Melihat kondisi ini dia kemudian membaca “La Haula wa La Quwwata Illa Billah” berkali-kali.

Ajaib, karena ucapan tersebut Allah menahan gajah-gajah tersebut dengan cara ditimpakan kepadanya rasa yang sangat panas, sehingga gajah-gajah itu mencari sumber air. Para pawang mereka sekalipun tak mampu mengendalikan gajah-gajah yang sudah kepanasan itu.

Akhirnya, para prajurit Muslim bisa melanjutkan perjalana dengan menaiki gajah yang sudah ditaklukkan tersebut. Kemenangan ini tentu berkat izin dari Allah SWT. Kisah kedua ini diriwayatkaan oleh Ibnu Abu Dunya dan Tanukhi dalam kitab Al- Farj ba’dasy Syiddah.

Demikianlah diantara kisah tentang keistimewaan ucapan “La Haula wa La Quwwata Illa Billah.” Oleh karenanya jadikanlah ucapan ini sebagai amalan kita, terutama saat menghadapi kesulitan. Jangan sampai ucapan mulia ini dijadikan bahan olok-olokan.




Nasihat Kubur



1). Aku adalah tempat yg paling gelap di antara yang gelap, maka terangilah aku dgn TAHAJUD.

2). Aku adalah tempat yang paling sempit, maka LUASKAN aku dengan ber SILATURAHIM.

3). Aku adalah tempat yang paling sepi maka RAMAIkanlah aku dengan perbanyak baca AL-QUR'AN.

4). Aku adalah tempatnya binatang-binatang yang menjijikan maka racunilah ia dengan Amal SEDEKAH

5). Aku yang menyepitkanmu hingga hancur bilamana tidak Solat, bebaskan sempitan itu dengan SOLAT

6). Aku adalah tempat untuk merendammu dengan cairan yang sangat amat sakit, bebaskan rendaman itu dengan PUASA..

7). Aku adalah tempat Munkar dan Nakir bertanya, maka Persiapkanlah jawapanmu dengan Perbanyak mengucapkan Kalimah "LAILAHAILALLAH"..

 
 

Selasa, April 16, 2013

Foto Keluarga

Pada hari Jum'at 29 Maret 2013 bertepatan dengan libur Wafat Isa al Masih serta bertepatan pula hari pernikahan om Taufik Tarnuzi di Gedung Bulog, ananda Rifqi beserta Mama dan Papa berfoto bersama di Jonas Studio Kebayoran Lama sebeleum ke acara om Taufik. Ini dia hasil fotonya