Kamis, Januari 28, 2016

Tujuh Rahasia Dikabulkannya Doa Kita


Doa adalah senjata dan perisai bagi kaum mukminin. Bentengnya adalah doa dan senjatanya adalah tangisan. Dalam ajaran Islam doa menempati posisi sangat penting. Tidak hanya digunakan untuk meminta kebutuhan hidup semata, melainkan sebagai sarana berinteraksi dengan Allah dan juga sarana beribadah.

“Doa adalah senjata orang mukmin, tiang bagi agama dan cahaya dari langit,” demikian kutip hadis yang diriwayat Hakim.
Doa merupakan bentuk mashdar dari kata Da’a – Yad’u) (دعا- يدعو yang bermakna memanggil atau mengundang. Kata ini juga memiliki beberapa variasi mashdar, diantaranya: da’wan, da’wah, dan da’wa.

Secara etimologis, doa dapat bermakna memohon, minta diambilkan (sesuatu), membutuhkan, menuturkan kebaikan mayat, minta tolong, menyukai, mencari kebaikan, menisbatkan (kepada orang lain), mengajak dan mendorong (untuk melakukan sesuatu).

Namun defenisi kalangan ahli ushul dan fiqh, doa adalah tuntutan perbuatan (baca: perintah) dari derajat yang rendah kepada derajat yang lebih tinggi. Karena itu, doa adalah salah satu bentuk dari permintaan.

Syarat Dikabulkannya Doa
Seorang ulama terkenal Al Imam Al Faqih Abu Al Lais. Didatangi oleh satu kumpulan pemuda, ingin menanyakan tentang doa mereka. Setelah berkali-kali mereka berdoa, tetapi tidak pernah dimakbulkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Mereka mempertikaikan ayat-ayat Al-Qur’an tentang perkenan Allah terhadap doa mereka. Di antara ayat-ayat tersebut, firman Allah yang bermaksud:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. “(QS: Al-Baqarah: 186)
Mereka menyatakan, apakah ayat Al Quran keliru sehingga doa-doanya tidak dikabulkan Allah? Al Imam Al Faqih menjawab, Al-Quran tidak pernah keliru, namun yang berdoalah yang tidak pernah mencari tahu tentang kesalahannya yang ujungnya membuat doanya tertolak.

Beberapa hal yang menyebabkan mudahnya doa dikabulkan;

PertamaMakan yang Halal, Jauhi yang Haram
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Hai Sa’ad (bin Abu Waqqash), makanlah makanan yang baik-baik, niscaya engkau menjadi orang yang doanya dikabulkan.”

Rasulullah mengisahkan seseorang yang rambutnya acak-acakan dan berdebu lalu menengadahkan tangannya ke langit untuk berdoa, “Ya Rabi, ya Rabi.’ Padahal, makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan keluarganya diberi makan dari sumber yang haram. Bagaimana doanya akan dikabulkan?” [HR Muslim, At-Tirmidzi, dan Ahmad]

Semakin banyak masuk makanan haram — termasuk dari hasil riba (bunga)– semakin kecil doa kita diterima.

Rasulullah berkata, “Wahai Sa’ad, perbaikilah (murnikanlah) makananmu, niscaya kamu menjadi orang yang terkabul do’anya. Demi yang jiwa Muhammad dalam genggamanNya. Sesungguhnya seorang hamba melontarkan sesuap makanan yang haram ke dalam perutnya maka tidak akan diterima amal kebaikannya selama empat puluh hari. Siapapun yang dagingnya tumbuh dari yang haram maka api neraka lebih layak membakarnya.” (HR. Ath-Thabrani)

Rasulullah pernah menjelaskan dosa-dosa riba. Dan yang paling ringan adalah seperti bersetubuh dengan ibu sendiri.

“Riba itu memiliki tujuh puluh pintu dan yang paling ringan adalah seperti seseorang yang bersetubuh dengan ibunya sendiri.” (Riwayat Ibnu Majah).
Kedua;  Berprasangka Baik Pada Allah
Berdoa itu meminta segala sesuatu di hadapan Allah yang Maha Agung. Maka jangan pernah sesekali buruk sangka terhadap Allah Subhanahu Wata’ala. Berbaik sangkalah apabila berdoa kepadaNya, jangan ada keraguan terhadapNya.

Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Aku akan mengikuti persangkaan hambaKu kepadaKu. dan Aku selalu menyertainya apabila ia berdo’a kepadaKu.” [HR. Bukhari dan Muslim]

KetigaDengan Adab Yang Baik
Menghadap Allah harus dengan penuh harapan, perasaan rendah hati dan khusu’. Mulakanlah memuji Allah atau shalawat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam.

Sesungguhnya Allah mempunyai malaikat yang mewakili-Nya bagi barangsiapa yang berdo’a dengan berkata: “Yaa arhamarraahimiin. Maka siapa saja yang menyebutnya 3 kali, maka menjawablah malaikat itu: Sesungguhnya Allah arhamarraahimiin telah (berkenan) mengabulkan permohonanmu. Maka mintalah kepadaNya.” [HR. Hakim]

Telah diterima dari Abu Musa Asy-ari bahwa ketika orang-orang mendoa dengan suara keras beliau bersabda; “Hai manusia! berdoalah dengan suara perlahan, karena kamu tidaklah menyeru orang yang tuli ataupun berada di tempat yang jauh. yang kamu seru itu ialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat, dan tempat kamu memohon itu lebih dekat lagi kepada salah seorangmu dari leher kendaraannya! Hai Abdullah bin Qeis! Maukah kamu kutunjuki sebuah kalimat yang merupakan salah satu perbendaharaan surga? Yaitu: ‘Laa haula walaa Quwwata illaabillaah’.”

Keempat; Keberadaan Doa Tidak Keluar Dari yang Disyariatkan
Sesungguhnya pada doa yang keluar dari yang disyariatkan itu ada pelanggaran atau padanya ada sesuatu yang lebih besar dari itu. Berdoa kepada selain Allah maka keberadaan pada doa itu mengandung kesyirikan seperti meminta pertolongan kepada selain Allah.

Kelima; Seorang yang berdoa harus mengikhlaskan (ditujukan) hanya kepada Allah ‘azza wajalla di dalam do’anya

Mengikhlaskan niat karena Allah, mengikhlaskan aqidah (keyakinan) kepada Allah maka keberadaan orang yang berdoa harus mengikhlaskan do’anya hanya kepada Allah.
Misalnya; “Doa seorang Muslim untuk saudaranya (sesama muslim) dari tempat yang jauh (tanpa diketahuinya) akan dikabulkan.” [HR. Muslim]

KeenamDoa Para Pemimpin Yang Adil, Anak Yatim dan Orang Teraniaya
Di antara doa yang tidak akan ditolak Allah adalah; “Orang yang berpuasa, pemimpin yang adil, dan orang yang teraniaya.” [HR. Tirmidzi]

Ketujuh, Mengerti Kunci Waktu dan Tempat Dikabulkannya Doa
Ada saat-saat yang tepat dan suasana utama doa mudah dikabulkan. Seperti pada hari Arafah, pada bulan Ramadhan, pada hari Jum’at, sepertiga terakhir dari malam hari (saat Shalat Tajahud), waktu sahur, ketika sedang sujud, ketika turun hujan deras, antara adzan dan iqamat, saat mulai pertempuran, ketika dalam ketakuatan atau sedang ber-iba hati, doa yang sakit, doa dalam perjalanan dan doa-doa di tempat khusus. Misalnya; di Hijir Ismail, antara Sofa dan Marwah,di belakang Maqam Ibrahim, di Raudah.

Imam Muslim meriwayatkan dari dari Jabir ia berkata; Saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya di waktu malam terdapat suatu saat, tidaklah seorang muslim mendapati saat itu, lalu ia memohon kebaikan kepada Allah ‘azza wajalla baik kebaikan dunia maupun akhirat, kecuali Allah memperkenankannya. Demikian itu terjadi pada setiap malam.”

Di antara tempat-tempat ustajab untuk berdoa, adalah: Di Multazam. Dari Ibnu Abbas r.a bahwa Rasulullah bersabda:
“Multazam adalah tempat dikabulkannya doa. Tidak ada satu pun doa seorang hamba di Multazam kecuali akan dikabulkan.” (HR. Ahmad dalam Musnad Imam Ahmad Jilid V, hal. 347).
Rasulullah bersabda: “Tempat antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga.” (HR. Muslim).

Raudah adalah sebuah tempat yang merupakan bagian dari Masjid Nabawi. Tempat ini disebut dengan ar Raudhah. Ar Raudhah adalah ruang di antara mimbar dan makam Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam.

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ  

“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

sumber :  http://www.tribunislam.com/2014/11/tujuh-rahasia-dikabulkannya-doa-kita.html

Masuk Neraka Selama-lamanya Karena Seekor Lalat


Imam Ahmad bin Hanbal dalam kitabnya yang berjudul Az Zuhud, menuliskan sebuah riwayat yang sampai kepada shahabat Salman Al Farisi.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Ada seorang lelaki yang masuk surga gara-gara seekor lalat dan ada pula lelaki lain yang masuk neraka gara-gara lalat.”

Mereka, para sahabat, bertanya, “Bagaimana hal itu bisa terjadi wahai Rasulullah?”

“Ada dua orang lelaki,” jawab Rasulullah, “yang melewati suatu kaum yang memiliki berhala.”

Tidak ada seorangpun yang diperbolehkan melewati daerah itu melainkan dia harus berkorban (memberikan sesaji) sesuatu untuk berhala tersebut. Mereka pun mengatakan kepada salah satu di antara dua lelaki itu, “Berkorbanlah!”

Ia pun menjawab, “Aku tidak punya apa-apa untuk dikorbankan.”

Mereka mengatakan, “Berkorbanlah, walaupun hanya dengan seekor lalat!”

Ia pun berkorban dengan seekor lalat, sehingga mereka pun memperbolehkan dia untuk lewat dan meneruskan perjalanan. Karena sebab itulah, ia masuk neraka.

Mereka juga memerintahkan kepada orang yang satunya, “Berkorbanlah!”

Ia menjawab, “Tidak pantas bagiku berkorban untuk sesuatu selain Allah ‘azza wa jalla.”

Akhirnya, mereka pun memenggal lehernya. Karena itulah, ia masuk surga.

Demikianlah keadaan dua orang manusia yang nasibnya berbeda karena salah satunya berujung di neraka selama-lamanya, dan yang lainnya berujung di surga selama-lamanya. Padahal, keduanya sebelumnya adalah sama-sama seorang Muslim.

Manusia, seringkali menganggap remeh masalah bahaya syirik. Padahal seseorang bisa saja terjerumus dalam kesyirikan sedangkan ia tidak mengetahui bahwa perbuatan tersebut syirik yang menyebabkan dia terjerumus dalam neraka nantinya.

Oleh karena itu, sahabat Anas berpitawat, “Kalian mengamalkan suatu amalan yang disangka ringan, namun kami yang hidup di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganggapnya sebagai suatu petaka yang amat besar.”

sumber :  http://www.tribunislam.com/2015/03/masuk-neraka-selama-lamanya-karena-seekor-lalat.html

Yuk, Kenali 13 Gejala Kanker Otak Ini Agar Kita Lebih Aware



Foto: Copyright Thinkstockphotos.co
 
Vemale.com - Meski tergolong penyakit yang sangat berbahaya dan mematikan, gejala kanker otak seringkali diasumsikan sebagai sakit kepala biasa. Bahkan, pada beberapa kasus ditemukan pasien penderita kanker otak yang baru menyadari penyakitnya setelah berada stadium lanjut, di mana kanker otak sudah mencapai tahapan yang sangat sulit untuk disembuhkan.
Maka dari itu, mengedukasi diri tentang gejala kanker otak akan sangat membantu untuk mendeteksi penyakit ganas ini secara dini, agar mendapatkan penanganan yang cepat. Disebutkan dalam www.medicinenet.com, gejala kanker otak dapat Anda identifikasi dalam 13 indikasi di bawah ini.
  1. Terjadi rasa ngantuk dalam waktu yang lama meskipun tidur sudah cukup lama.
  2. Perubahan pola sakit kepala.
  3. Sakit kepala yang secara bertahap menjadi lebih sering dan lebih parah.
  4. Mual atau muntah tanpa sebab yang jelas.
  5. Haid yang berhenti tidak normal bagi pengidap wanita.
  6. Masalah penglihatan, seperti penglihatan kabur, penglihatan ganda atau kehilangan penglihatan perifer.
  7. Kehilangan sensasi atau gerakan di lengan atau kaki secara bertahap.
  8. Kesulitan pada keseimbangan.
  9. Kesulitan dalam berbicara.
  10. Perubahan kepribadian atau perilaku.
  11. Kejang, terutama pada seseorang yang tidak memiliki riwayat kejang.
  12. Daya penciuman yang berkurang daripada sebelumnya.
  13. Mengalami masalah pada pendengaran.
Nah, itulah 13 indikasi yang mungkin mengarah pada gejala kanker otak. Jika yang terjadi hanya salah satu dari indikasi di atas, mungkin hal itu belum sampai mengarah pada gejala kanker otak.
Tapi jika sudah terjadi beberapa indikasi  sekaligus, sebaiknya cepat memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Semoga informasi ini bermanfaat!

sumber : http://www.vemale.com/kesehatan/87766-deteksi-dini-kanker-otak-kenali-13-gejala-kanker-otak-ini-agar-anda-lebih-aware.html

Jangan Nangis Dulu !!! Kisah Mengharukan pemuda dan ibunya yang gila

 
Salah seorang dokter bercerita tentang kisah sangat menyentuh yang pernah dialaminya.  Hingga aku tidak dapat menahan diri saat mendengarnya.
Aku pun menangis karena tersentuh kisah tersebut. Dokter itu memulai ceritanya dengan mengatakan :  
“Suatu hari, masuklah seorang wanita lanjut usia ke ruang praktek saya di sebuah Rumah Sakit. Wanita itu ditemani seorang pemuda yang usianya sekitar 30 tahun. Saya perhatikan pemuda itu memberikan perhatian yang lebih kepada wanita tersebut dengan memegang tangannya, memperbaiki pakaiannya, dan memberikan makanan serta minuman padanya…
Setelah saya menanyainya seputar masalah kesehatan dan memintanya untuk diperiksa, saya bertanya pada pemuda itu tentang kondisi akalnya, karena saya dapati bahwa perilaku dan jawaban wanita tersebut tidak sesuai dengan pertanyaan yang ku ajukan.
Pemuda itu menjawab :
“Dia ibuku, dan memiliki keterbelakangan mental sejak aku lahir”
Keingintahuanku mendorongku untuk bertanya lagi : “Siapa yang merawatnya?”
Ia menjawab : “Aku”
Aku bertanya lagi : “Lalu siapa yang memandikan dan mencuci pakaiannya?”
Ia menjawab : “Aku suruh ia masuk ke kamar mandi dan membawakan baju untuknya serta menantinya hingga ia selesai. Aku yang melipat dan menyusun bajunya di lemari. Aku masukkan pakaiannya yang kotor ke dalam mesin cuci dan membelikannya pakaian yang dibutuhkannya”
Aku bertanya : “Mengapa engkau tidak mencarikan untuknya pembantu?”
Ia menjawab : “Karena ibuku tidak bisa melakukan apa-apa dan seperti anak kecil, aku khawatir pembantu tidak memperhatikannya dengan baik dan tidak dapat memahaminya, sementara aku sangat paham dengan ibuku”
Aku terperangah dengan jawabannya dan baktinya yang begitu besar..
Aku pun bertanya : “Apakah engkau sudah beristri?”
Ia menjawab : “Alhamdulillah, aku sudah beristri dan punya beberapa anak”
Aku berkomentar : “Kalau begitu berarti istrimu juga ikut merawat ibumu?”
Ia menjawab : “Istriku membantu semampunya, dia yang memasak dan menyuguhkannya kepada ibuku. Aku telah mendatangkan pembantu untuk istriku agar dapat membantu pekerjaannya. Akan tetapi aku berusaha selalu untuk makan bersama ibuku supaya dapat mengontrol kadar gulanya”
Aku Tanya : “Memangnya ibumu juga terkena penyakit Gula?”
Ia menjawab : “Ya, (tapi tetap saja) Alhamdulillah atas segalanya”
Aku semakin takjub dengan pemuda ini dan aku berusaha menahan air mataku…
Aku mencuri pandang pada kuku tangan wanita itu, dan aku dapati kukunya pendek dan bersih.
Aku bertanya lagi : “Siapa yang memotong kuku-kukunya?”
Ia menjawab : “Aku. Dokter, ibuku tidak dapat melakukan apa-apa”
Tiba-tiba sang ibu memandang putranya dan bertanya seperti anak kecil : “Kapan engkau akan membelikan untukku kentang?”
Ia menjawab : “Tenanglah ibu, sekarang kita akan pergi ke kedai”
Ibunya meloncat-loncat karena kegirangan dan berkata : “Sekarang…sekarang!”
Pemuda itu menoleh kepadaku dan berkata : “Demi Allah, kebahagiaanku melihat ibuku gembira lebih besar dari kebahagiaanku melihat anak-anakku gembira…”
Aku sangat tersentuh dengan kata-katanya…dan aku pun pura-pura melihat ke lembaran data ibunya.
Lalu aku bertanya lagi : “Apakah Anda punya saudara?”
Ia menjawab : “Aku putranya semata wayang, karena ayahku menceraikannya sebulan setelah pernikahan mereka”
Aku bertanya : “Jadi Anda dirawat ayah?”
Ia menjawab : “Tidak, tapi nenek yang merawatku dan ibuku. Nenek telah meninggal – semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmatinya – saat aku berusia 10 tahun”
Aku bertanya : “Apakah ibumu merawatmu saat Anda sakit, atau ingatkah Anda bahwa ibu pernah memperhatikan Anda? Atau dia ikut bahagia atas kebahagiaan Anda, atau sedih karena kesedihan Anda?”
Ia menjawab : “Dokter…sejak aku lahir ibu tidak mengerti apa-apa…kasihan dia…dan aku sudah merawatnya sejak usiaku 10 tahun”
Aku pun menuliskan resep serta menjelaskannya…
Ia memegang tangan ibunya dan berkata : “Mari kita ke kedai..”
Ibunya menjawab : “Tidak, aku sekarang mau ke Makkah saja!”
Aku heran mendengar ucapan ibu tersebut…
Maka aku bertanya padanya : “Mengapa ibu ingin pergi ke Makkah?”
Ibu itu menjawab dengan girang : “Agar aku bisa naik pesawat!”
Aku pun bertanya pada putranya : “Apakah Anda akan benar-benar membawanya ke Makkah?”
Ia menjawab : “Tentu…aku akan mengusahakan berangkat kesana akhir pekan ini”
Aku katakan pada pemuda itu : “Tidak ada kewajiban umrah bagi ibu Anda…lalu mengapa Anda membawanya ke Makkah?”
Ia menjawab : “Mungkin saja kebahagiaan yang ia rasakan saat aku membawanya ke Makkah akan membuat pahalaku lebih besar daripada aku pergi umrah tanpa membawanya”.
Lalu pemuda dan ibunya itu meninggalkan tempat praktekku.
Aku pun segera meminta pada perawat agar keluar dari ruanganku dengan alasan aku ingin istirahat…
Padahal sebenarnya aku tidak tahan lagi menahan tangis haru…
Aku pun menangis sejadi-jadinya menumpahkan seluruh yang ada dalam hatiku…
Aku berkata dalam diriku : “Begitu berbaktinya pemuda itu, padahal ibunya tidak pernah menjadi ibu sepenuhnya…
Ia hanya mengandung dan melahirkan pemuda itu…
Ibunya tidak pernah merawatnya…
Tidak pernah mendekap dan membelainya penuh kasih sayang…
Tidak pernah menyuapinya ketika masih kecil…
Tidak pernah begadang malam…
Tidak pernah mengajarinya…
Tidak pernah sedih karenanya…
Tidak pernah menangis untuknya…
Tidak pernah tertawa melihat kelucuannya…
Tidak pernah terganggu tidurnya disebabkan khawatir pada putranya…
Tidak pernah….dan tidak pernah…!
Walaupun demikian…pemuda itu berbakti sepenuhnya pada sang ibu”. Apakah kita akan berbakti pada ibu-ibu kita yang kondisinya sehat. Seperti bakti pemuda itu pada ibunya yang memiliki keterbelakangan mental???.
sumber : http://www.redaksiana.xyz/2015/12/jangan-nangis-dulu-kisah-mengharukan.html

Selasa, Januari 26, 2016

Dua Golongan yang Tidak Dihisab Amalannya Dihari Kiamat

Pada hari kiamat, tidak ada satu pun barang atau harta dunia yang dapat dibawa. Apabila kita mati meniggalkan dunia, hanya amalan yang dapat menyelamatkan kita. Amalan tersebut bisa baik ataupun buruk, tergantung dengan bagaimana kita menjalani kehidupan. Namun, terdapat dua golongan yang tidak dihisab amalannya dihari kiamat.
Dua Golongan yang Tidak Dihisab Amalannya Dihari Kiamat
Siapakah Dua Golongan yang Tidak Dihisab Amalannya Dihari Kiamat?
Semua umat manusia akan dihisab atau dihitung amal ibadahnya selama masih hidup. Ternyata tidak semua manusia dihisab amalannya. Meskipun amalan tersebut tidak dihisab tidak dapat menjamin bahwa orang tersebut akan masuk surga. Berikut dua golongan manusia yang tidak melalui perhitungan amalan dan timbangan:

1. Golongan Pertama
Bagi mereka yang dapat masuk dalam golongan ini, maka dapat dikatakan bahwa mereka adalah orang yang beruntung karena nikmat yang diberikan oleh Allah SWT pada mereka. Rasulullah pernah menjelaskan mengenai hal ini bahwa akan ada 70.000 orang dari umat Rasulullah yang mempunyai wajah bercahaya dan bersinar bak rembulan purnama yang akan masuk surga. Mengetahui hal ini, para sahabat dan umatnya berharap bahwa mereka termasuk dalam 70.000 orang tersebut. Mereka berharap agar tidak terjerumus dalam kesyirikan.

Banyak pertanyaan yang muncul dari para sahabat tentang siapa saja yang berhak masuk surga dengan amalan tanpa hisab. Kemudian Rasulullah menjawab bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak minta kay, tukyah, tidak berprasangka buruk, dan bertawakal penuh pada Allah SWT. Bahkan Rasulullah pernah mengatakan jika seorang sahabatnya, Ukasyah bin Mihshan termasuk di dalamnya yang akan masuk surga tanpa dihisab.

Tidak sampai di sini, Rasulullah memohon kepada Allah agar Ia menambah setiap 1000 orang bersama dalam 70.000 orang tersebut. Sehingga akan lebih banyak umat Rasul yang akan masuk ke dalam surga bersamanya. Karena Allah telah menjamin Rasulullah bahwa ia akan masuk ke surga tanpa dihisab.

2. Golongan Kedua
Golongan yang kedua adalah golongan bagi orang-orang yang celaka di akhirat. Allah memberikan ciri-ciri khusus bagi mereka yang termasuk dalam golongan ini. Bagi mereka yang telah mengkufurkan Allah melalui ayat-ayat-Nya maka ketika hari kiamat segala amalan baiknya akan dihapus dan tidak akan melalui hisab pada hari pembalasan. Mereka akan dilempar secara langsung ke dalam neraka dan akan diazab serta disiksa oleh Allah. Tidak akan dihisab segala amalannya karena telah dihapuskan oleh Allah atas amalan baik selama hidup. Hal ini dikarenakan dosa besar yang telah ia lakukan dengan menyekutukan Allah padahal mereka telah mendapatkan peringatan sebelumnya tapi mereka tidak menghiraukan sama sekali.

Selain dosa tersebut, Allah juga memberikan ciri-ciri lain bagi mereka yang akan langsung dilemparkan ke dalam neraka, yakni orang yang sangat keras kepala dan ingkar, menghalangi kebaikan, serta melanggar batas ragu-ragu.

Golongan ini sangat berlainan dengan golongan yang pertama. Karena segala kebaikan di dunia tidak akan bermanfaat jika kita menyekutukan Allah. Padahal Allah telah menunjukkan segala kebesarannya agar kita menyembah hanya kepada-Nya. Oleh karenanya, syirik adalah salah satu dosa besar yang tidak akan diampuni oleh Allah.

Demikianlah dua golongan yang tidak dihisab amalannya dihari kiamat karena beberapa hal. Tidak dihisabnya amalan kita tidak dapat memastikan bahwa kita akan masuk surga. Jika yang dhapus adalah amalan baik maka celakalah bagi kita karena pada hari kiamat kita akan ditempatkan ke dalam neraka. Oleh karena itu, lakukanlah hal-hal baik yang mengarahkan pada kita masuk dalam golongan pertama. 

sumber : http://www.kumpulanmisteri.com/2015/10/dua-golongan-yang-tidak-dihisab.html

Senin, Januari 25, 2016

Luar Biasa Mujarab !! Bahannya sangat mudah, Di minum sekali Asam Urat Langsung Sembuh



Untuk yang punya problem asam urat, saya punya pengalaman 20 tahun yang lalu saat saya gak bisa sholat karena engkelku bengkak gak bisa ditekuk. Diberi oleh saudaraku kapsul asam urat dari Amerika (1 kapsul 8 ribu), saya minum 2 hari, sakitnya cuma berkurang sedikit.

Berkat Allah SWT pas ke Condet ketemu orang Lamongan, umurnya 110 tahun, masih gagah, lagi nengok anaknya umur 90 tahun yang kelihatan lebih tua.

Dia tanya, "Sampeyan kenapa mas?".
"Asam urat pak".
"Oooo, coba cari nanas mateng satu dan lobak putih kira-kira 250 gram, di jus, tambah kemiri 3, diminum sekaligus".
"Berapa kali minumnya?".
"Sekali saja cukup".
"Terus minum lagi kapan?"
"Untuk penjagaan 3 bulan sekali cukup".

Saya turuti langsung, asam uratku hilang sama sekali, sembuh sama sekali, Alhamdulillah.

Saya ikuti tiap 3 bulan minum jus tersebut. Alhamdulillah sampai sekarang saya gak pernah ngalamin lagi.

Saya share ke banyak kenalan dan ternyata banyak yang cocok dan sembuh. Mudah-mudahan anda pun cocok.

RESEPNYA Sebagai berikut:

- Nanas mateng satu (1)
- Lobak putih kira kira 250 gram
- Kemiri 3

- Di JUS sekaligus
- Di minum sekaligus
- Diulang 3 bulan sekali

Kebaikan harus dibagikan, meskipun kita sedang tidak sakit paling tidak bisa jadi jalan kesembuhan untuk orang lain yang membutuhkan. Selamat mencoba semoga bermanfaat.

sumber : http://www.redaksiana.xyz/2016/01/luar-biasa-mujarab-bahannya-sangat.html

Bantu Share....!! Ini Obat Sakit Jantung, Diabetes, dan Darah Tinggi Yang Belum Banyak Diketahui



Penyakit jantung, diabates atau kencing manis, dan darah tinggi merupakan jenis penyakit yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh pola makan yang tidak sehat, serta kebiasaan buruk seperti rokok, minuman soda, dan berlebihan dalam mengkonsumsi gula.

Ini Dia Obat Sakit Jantung, Diabetes, dan Darah Tinggi Yang Belum Banyak Diketahui


Tidak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan dan untunglah Tuhan menyediakan berbagai pengobatan alternatif seperti salah satunya yang kami share ini.

Bagi anda penderita penyakit jantung, kencing manis, dan darah tinggi silahkan mencoba tips berikut. Tips ini kami dapat dari Ustaz Sharhan Syafie yang berhasil mengobati penyakit jantung, kencing manis, dan darah tinggi.
  • Siapkan sebuah kelapa muda yang dalamnya masih lembut ditambah 3 batang serai yang sudah diketuk, tambah 7 biji halba, lalu panaskan dan minum airnya.

  • Konsumsi ramuan ini 2 hari sekali, jadi misalkan anda punya 7 buah kelapa muda maka itu cukup untuk 14 hari konsumsi.

  • Selamat mencoba, insya Allah bila dijalankan sesuai petunjuk peluang kesembuhannya 80% bisa sembuh.

SHARE tips penting ini kepada rekan anda agar terbaca oleh mereka yang menghidap sakit jantung, kencing manis dan darah tinggi.

Keterangan: Halba biasa juga disebut klabet/kelabat biasa digunakan untuk bikin kare, kelabat bisa di dapatkan / di beli di toko bumbu-bumbu. 
 
sumber : http://www.redaksiana.xyz/2015/09/bantu-share-ini-obat-sakit-jantung.html