Jumat, Oktober 23, 2015

Saad bin Abi Waqqash Pemilik Doa Mustajab

Saad bin Abi Waqqash adalah salah seorang sahabat yang paling pertama memeluk Islam. Hanya beberapa orang sahabat saja yang mendahuluinya. Abu Bakar ash-Shiddiq, Ali bin Abi Thalib, dan Zaid bin Haritsah radhiallahu ‘anhu ajma’in merekala orangnya. Laki-laki Quraisy ini mengucapkan dua kalimat syahadat ketika berusia 27 tahun. Di masa kemudian, ia menjadi tokoh utama di kalangan sahabat. Dan termasuk 10 orang yang diberi kabar gembira sebagai penghuni surga.

Nasab Saad bin Abi Waqqash
Merupakan bagian penting dalam rekam jejak seseorang adalah nasab keluarga. Keluarga memiliki peran penting dalam pembentukan karakter seseorang. Ayah Saad adalah anak dari seorang pembesar bani Zuhrah. Namanya Malik bin Wuhaib bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Amir bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’d bin Adnan.

Adnan adalah keturunan dari Nabi Ismail bin Ibrahim ‘alaihimassalam. Malik, ayah Saad, adalah anak paman Aminah binti Wahab, ibu Rasulullah ﷺ. Malik juga merupakan paman dari Hamzah bin Abdul Muthalib dan Shafiyyah binti Abdul Muthalib. Sehingga nasab Saad termasuk nasab yang terhormat dan mulia. Dan memiliki hubungan kekerabatan dengan Nabi ﷺ.

Ibunya adalah Hamnah binti Sufyan bin Umayyah al-Akbar bin Abdu asy-Syams bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Amir bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’d bin Adnan.

Ketika Rasulullah ﷺ sedang duduk-duduk bersama para sahabatnya, beliau memuji dan mencandai Saad dengan mengatakan,
هَذَا خَالِي فَلْيُرِنِي امْرُؤٌ خَالَهُ
 “Ini pamanku, maka hendaklah seseorang memperlihatkan pamannya kepadaku.” (HR. al-Hakim 6113 dan at-Tirmidzi 3752. At-Tirmidzi mengatakan hadist ini hasan).

Masa Pertumbuhan
Saad dilahirkan di Mekah, 23 tahun sebelum hijrah. Ia tumbuh dan terdidik di lingkungan Quraisy. Bergaul bersama para pemuda Quraisy dan pemimpin-pemimpin Arab. Sejak kecil, Saad gemar memanah dan membuat busur panah sendiri. Kedatangan jamaah haji ke Mekah menambah khazanah pengetahuannya tentang dunia luar. Dari mereka ia mengenal bahwa dunia itu tidak sama dan seragam. Sebagaimana samanya warna pasir gurun dan gunung-gunung batu. Banyak kepentingan dan tujuan yang mengisi kehidupan manusia.

Memeluk Islam
Mengenal Islam sejak lahir adalah sebuah karunia yang besar. Karena hidayah yang mahal harganya itu, Allah beri tanpa kita minta. Berbeda bagi mereka yang mengenal Islam di tengah jalannya usia. Keadaan ini tentu lebih sulit. Banyak batu sandungan dan pemikiran yang membingungkan.

Saad bin Waqqash memeluk Islam saat berusia 17 tahun. Ia menyaksikan masa jahiliyah. Abu Bakar ash-Shiddiq berperan besar mengenalkannya kepada agama tauhid ini. Ia menyatakan keislamannya bersama orang yang didakwahi Abu Bakar: Utsman bin Affan, Zubair bin al-Awwam, Abdurrahman bin Auf, dan Thalhah bin Ubaidillah. Hanya tiga orang yang mendahului keislaman mereka.

Dipaksa Meninggalkan Islam
Ketika Saad bin Abi Waqqash memeluk Islam, menerima risalah kerasulan Muhammad ﷺ, dan meninggalkan agama nenek moyangnya, ibunya sangat menentangnya. Sang ibu ingin agar putranya kembali satu keyakinan bersamanya. Menyembah berhala dan melestarikan ajaran leluhur.

Ibunya mulai mogok makan dan minum untuk menarik simpati putranya yang sangat menyayanginya. Ia baru akan makan dan minum kalau Saad meninggalkan agama baru tersebut.

Setelah beberapa lama, kondisi ibu Saad terlihat mengkhawatirkan. Keluarganya pun memanggil Saad dan memperlihatkan keadaan ibunya yang sekarat. Pertemuan ini seolah-olah hari perpisahan jelang kematian. Keluarganya berharap Saad iba kepada ibunda.

Saad menyaksikan kondisi ibunya yang begitu menderita. Namun keimanannya kepada Allah dan Rasul-Nya berada di atas segalanya. Ia berkata, “Ibu… demi Allah, seandainya ibu mempunyai 100 nyawa. Lalu satu per satu nyawa itu binasa. Aku tidak akan meninggalkan agama ini sedikit pun. Makanlah wahai ibu.. jika ibu menginginkannya. Jika tidak, itu juga pilihan ibu”.

Ibunya pun menghentikan mogok makan dan minum. Ia sadar, kecintaan anaknya terhadap agamanya tidak akan berubah dengan aksi mogok yang ia lakukan. Berkaitan dengan persitiwa ini, Allah pun menurunkan sebuah ayat yang membenarkan sikap Saad bin Abi Waqqash.

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS: Luqman | Ayat: 15).

Doanya Tidak Tertolak
Saad bin Abi Waqqash adalah seorang sahabat Rasulullah ﷺ yang memiliki doa yang manjur dan mustajab. Rasulullah ﷺ meminta kepada Allah ﷻ agar doa Saad menjadi doa yang mustajab tidak tertolak. Beliau ﷺ bersabda,

اللَّهُمَّ سَدِّدْ رَمَيْتَهُ، وَأَجِبْ دَعْوَتَهُ
“Ya Allah, tepatkan lemparan panahnya dan kabulkanlah doanya.” (HR. al-Hakim, 3/ 500).
Doa Rasulullah ﷺ ini menjadikan Saad seorang prajurit pemanah yang hebat dan ahli ibadah yang terkabul doanya.

Seorang Mujahid
Saad bin Abi Waqqash adalah orang pertama dalam Islam yang melemparkan anak panah di jalan Allah. Ia juga satu-satunya orang yang Rasulullah pernah menyebutkan kata “tebusan” untuknya. Seperti dalam sabda beliau ﷺ dalam Perang Uhud:

اِرْمِ سَعْدُ … فِدَاكَ أَبِيْ وَأُمِّيْ
“Panahlah, wahai Saad… Tebusanmu adalah ayah dan ibuku.”( HR. at-Tirmidzi, no. 3755).

Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu mengatakan, “Aku tidak pernah mendengar Rasulullah ﷺ menebus seseorang dengan ayah dan ibunya kecuali Saad. Sungguh dalam Perang Uhud aku mendengar Rasulullah mengatakan,

اِرْمِ سَعْدُ … فِدَاكَ أَبِيْ وَأُمِّيْ
“Panahlah, wahai Saad… Tebusanmu adalah ayah dan ibuku.”( HR. at-Tirmidzi, no. 3755).
Dan Saad sangat merasa terhormat dengan motivasi Rasulullah ﷺ ini.

Di antara keistimewaan lain, yang ada pada diri Saad bin Abi Waqqash termasuk seorang penunggang kuda yang paling berani di kalangan bangsa Arab dan di antara kaum muslimin. Ia memiliki dua senjata yang luar biasa; panah dan doa.

Peperangan besar yang pernah ia pimpin adalah Perang Qadisiyah. Sebuah perang legendaris antara bangsa Arab Islam melawan Majusi Persia. 3000 pasukan kaum muslimin beradapan dengan 100.000 lebih pasukan negara adidaya Persia bersenjata lengkap. Prajurit Persia dipimpin oleh palingma mereka yang bernama Rustum. Melaui Saad lah, Allah memberi kemanangan kepada kaum muslimin atas negara adidaya Persia.

Umar Mengakui Amanahnya Dalam Memimpin
Umar bin al-Khattab radhiallahu ‘anhu pernah mengamanahi Saad jabatan gubernur Irak. Sebuah wilayah besar dan penuh gejolak. Suatu ketika rakyat Irak mengadukannya kepada Umar. Mereka menuduh Saad bukanlah orang yang bagus dalam shalatnya. Permasalahan shalat bukanlah permsalahan yang ringan bagi orang-orang yang mengetahui kedudukannya. Sehingga Umar pun merespon laporan tersebut dengan memanggil Saad ke Madinah.

Mendengar laporan tersebut, Saad tertawa. Kemudian ia menanggapi tuduhan tersebut dengan mengatakan, “Demi Allah, sungguh aku shalat bersama mereka seperti shalatnya Rasulullah. Kupanjangkan dua rakaat awal dan mempersingkat dua rakaat terakhir”.

Mendengar klarifikasi dari Saad, Umar memintanya kembali ke Irak. Akan tetapi Saad menanggapinya dengan mengatakan, “Apakah engkau memerintahkanku kembali kepada kaum yang menuduhku tidak beres dalam shalat?” Saad lebih senang tinggal di Madinah dan Umar mengizinkannya.

Ketika Umar ditikam, sebelum wafat ia memerintahkan enam orang sahabat yang diridhai oleh Nabi ﷺ -salah satunya Saad- untuk bermusyawarah memilih khalifah penggantinya. Umar berkata, “Jika yang terpilih adalah Saad, maka dialah orangnya. Jika selainnya, hendaklah meminta tolong (dalam pemerintahannya) kepada Saad”.

Sikap Saad Saat Terjadi Perselisihan Antara Ali dan Muawiyah
Saad bin Abi Waqqash menjumpai perselisihan besar yang terjadi pada kaum muslimin. Antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abi Sufyan, radhiallahu ‘anhum ajma’in. Sikap Saad pada saat itu adalah tidak memihak kelompok manapun. Ia juga memerintahkan keluarga adan anak-anaknya untuk tidak mengabarkan berita apapun kepadanya.

Keponakannya, Hisyam bin Utbah bin Abi Waqqash, berkata kepadanya, “Wahai paman, ini adalah 100.000 pedang (pasukan) yang menganggap Andalah yang berhak menjadi khalifah”. Saad menjawab, “Aku ingin dari 100.000 pedang tersebut satu pedang saja. Jika aku memukul seorang mukmin dengan pedang itu, maka ia tidak membahayakan. Jika dipakai untuk memukul orang kafir (berjihad), maka ia mematikan”. Mendengar jawaban pamannya, Hisyam paham bahwa pamannya, Saad bin Abi Waqqash sama sekali tidak ingin ambil bagian dalam permasalahan ini. Ia pun pergi.

Wafat
Saad bin Abi Waqqash termasuk sahabat yang berumur panjang. Ia juga dianugerahi Allah ﷻ harta yang banyak. Namun ketika akhir hayatnya, ia mengenakan pakaian dari wol. Jenis kain yang dikenal murah kala itu. Ia berkata, “Kafani aku dengan kain ini, karena pakaian inilah yang aku pakai saat memerangi orang-orang musyrik di Perang Badar”.

Saad wafat pada tahun 55 H. Ia adalah kaum muhajirin yang paling akhir wafatnya. Semoga Allah meridhainya.

sumber : http://kisahmuslim.com/saad-bin-abi-waqqash-pemilik-doa-mustajab/

8 Pintu Surga Memanggil Abu Bakar


Setiap orang tahu, kehidupan dunia ini hanyalah sementara. Walaupun.. tidak setiap orang menyadarinya. Akhir hayat yang indah selalu jadi dambaan. Walaupun.. yang mendambakan kadang tidak mengusahakan. Dan kita semua menginginkan surge. Tahukah Anda bagaimana gambaran surga itu?

Surga selalu jadi cerita indah. Penghuninya duduk-duduk di dipan bertahtakan emas. Bertelekan berpandangan dengan kekasih. Mereka dilayani anak-anak muda; membawa gelas, cerek, dan minuman dari sungai-sungainya. Buah-buahannya landai mendekat. Daging-daging jadi hidangan lezat untuk disantap. Kekasih mereka adalah bidadari yang terjaga. Bagaikan intan dan mutiara. Usia bidadari itu sebaya dan penuh cinta. Di dunia manusia lelah dengan pertengkaran dan keributan. Alangkah damainya surga, karena para penghuninya tidak pernah mendengar ucapan yang sia-sia. Tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa.

Di surga, ada pohon bidara tak berduri. Dan pohon pisang yang buahnya tersusun rapi. Ada naungan yang terbentang luas. Ada aliran sungai yang tercurah. Buah-buahannya banyak, tidak terhenti, tidak mengenal musim. Kasur-kasurnya tebal lagi empuk. Itulah balasan bagi mereka golongan kanan. Mereka yang berbuat kebajikan semasa hidup di dunia.(1)

Aah.. betapa indahnya surga.. Mudah-mudahan Allah anugerahkan kita untuk memasukinya. Surga yang indah dan damai itu memiliki delapan pintu. Nabi kita telah mengabarkan tentang hal itu.

 


 

عن عبادة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: “مَنْ قَالَ: أَشْهَدُ أَنّ لاَ إِلَهَ إِلاّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَنّ مُحَمّدا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَأَنّ عِيسَىَ عَبْدُ اللّهِ وَابْنُ أَمَتِهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ، وَأَنّ الْجَنّةَ حَقّ، وَأَنّ النّارَ حَقّ، أَدْخَلَهُ الله مِنْ أَيّ أَبْوَابِ الْجَنّةِ الثّمَانِيَةِ شَاءَ”.

Dari Ubadah, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang bersaksi tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan tiada sekutu bagi-Nya, Muhammad adalah hamba dan utusan Allah, Isa adalah hamba Allah dan anak dari ibunya (Maryam), ia adalah kalimat dan Ruh dari-Nya yang Dia sampaikan kepada Maryam, bersaksi bahwa surga benar adanya, dan neraka benar adanya, maka Allah akan masukkan dia dari delapan pintu surga yang mana saja yang Dia kehendaki.” (HR. Bukhari).

Apa Saja Delapan Pintu Itu?

Delapan pintu surga itu adalah: (1) Pintu Shalat, (2) Pintu Sedekah, (3) Pintu Jihad, (4) Pintu Rayyan, (5) Pintu al-Ayman, (6) Pintu al-Kazhimina al-Ghaizha wa al-Afina ‘an an-Nas. Mengenai pintu sisanya para ulama berbeda pendapat. Pendapat-pendapat mereka didasarkan pada isyarat dari nash syariat. Yaitu: Pintu Taubat, Pintu Dzikir, Pintu Ridha, Pintu Ilmu, atau Pintu Haji.

Setiap pintu ini akan memanggil orang-orang yang memiliki keistimewaan dalam amalan tersebut. Barangsiapa yang banyak melaksanakan shalat, selain yang wajib, maka pintu shalat akan memanggilnya. Demikian juga dengan pintu-pintu yang lain. Hanya orang-orang yang amalannya istimewa dan luar biasa yang akan dipanggil dari pintu-pintu tersebut.

Dalil dari nama-nama pintu tersebut adalah sabda Nabi ﷺ:
Nama pintu pertama sampai yang keempat terdapat dalam hadits:

عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: من أنفق زوجين في سبيل الله نودي من أي أبواب الجنة يا عبد الله هذا خير، فمن كان من أهل الصلاة دعي من باب الصلاة، ومن كان من أهل الجهاد دعي من باب الجهاد، ومن كان من أهل الصيام دعي من باب الريان، ومن كان من أهل الصدقة دعي من باب الصدقة.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, niscaya ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga: ‘Wahai hamba Allah, ini adalah kebaikan. Barangsiapa termasuk orang yang giat mengerjakan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat. Barangsiapa termasuk orang yang berjihad, ia akan dipanggil dari pintu jihad. Barangsiapa termasuk orang yang rajin berpuasa, ia akan dipanggil dari pintu ar-Rayyaan. Dan barangsiapa termasuk orang yang gemar bershadaqah, maka ia akan dipanggil dari pintu shadaqah”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Setelah sepakat dengan nama-nama empat pintu surga di atas, para ulama berbeda pendapat tentang nama-nama berikutnya. Nama pintu kelima terdapat dalam hadits:

عن أبي هريرة في حديث شفاعة النبي صلى الله عليه وسلم وفيه: فيقال: يا محمد أدخل الجنة من أمتك من لا حساب عليه من باب الأيمن من أبواب الجنة، وهم شركاء الناس فيما سوى ذلك من الأبواب.

Dari Abu Hurairah, dalam hadits tentang syafaat Nabi ﷺ dikatakan, “Wahai Muhammad, suruhlah umatmu (yaitu) orang-orang yang tidak dihisab untuk masuk ke dalam surga melalui pintu al-Ayman yang merupakan di antara pintu-pintu surga. Sedangkan pintu-pintu yang lain adalah pintu surga bagi semua orang”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Nama pintu keenam terdapat dalam hadits:

عن الحسن مرسلاً: إن لله باباً في الجنة لا يدخله إلا من عفا عن مظلمة.

Dari al-Hasan secara mursal, “Sesungguhnya Allah memiliki sebuah pintu di surga, tidaklah yang masuk melaluinya kecuali orang-orang yang memaafkan kezaliman.” (HR. Ahmad).

Kemudian nama pintu berikutnya ada yang mengatakan adalah Pintu Haji dikarenakan haji termasuk ibadah yang agung dan bagian dari rukun Islam. Kemudian Pintu Dzikir atau Pintu Ilmu atau Pintu Taubat. Al-ilmu ‘indallah..

Delapan Pintu Surga Memanggil Abu Bakar

Tidak diragukan lagi, Abu Bakar adalah sahabat Nabi yang paling mulia. Ia adalah manusia paling mulia setelah para nabi dan rasul. Umat Muhammad ﷺ yang paling dalam ilmunya, paling kuat tekadnya dalam berjihad, paling bertakwa, dan paling banyak amalannya.

Abu Bakar adalah orang yang paling banyak sedekahnya.
 Dari Umar bin al-Khattab radhiallahu ‘anhu:
“Rasulullah memerintahkan kami untuk bersedekah, maka kami pun melaksanakannya. Aku berkata: ‘Semoga hari ini aku bisa mengalahkan Abu Bakar’. Aku pun membawa setengah dari seluruh hartaku. Sampai Rasulullah bertanya, ‘Wahai Umar, apa yang kau sisakan untuk keluargamu?’ Kujawab, ‘Semisal dengan ini’. Lalu Abu Bakar datang membawa seluruh hartanya. Rasulullah lalu bertanya, ‘Wahai Abu Bakar, apa yang kau sisakan untuk keluargamu?’ Abu Bakar menjawab, ‘Ku tinggalkan bagi mereka, Allah dan Rasul-Nya’. Umar berkata, ‘Demi Allah, aku tidak akan bisa mengalahkan Abu Bakar selamanya’.” (HR. Tirmidzi).

Abu Bakar adalah orang yang dalam ilmunya dan teguh dalam berjihad. 
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata,
“Ketika Nabi wafat, dan Abu Bakar menggantikannya. Banyak orang yang kafir dari bangsa Arab. Umar berkata: ‘Wahai Abu Bakar, bisa-bisanya engkau memerangi manusia padahal Rasulullah bersabda, aku diperintah untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan laa ilaaha illallah. Barangsiapa yang mengucapkannya telah haram darah dan jiwanya, kecuali dengan hak (jalan yang benar). Adapun hisabnya diserahkan kepada Allah?’

Abu Bakar berkata, ‘Demi Allah akan kuperangi orang yang membedakan antara shalat dengan zakat. Karena zakat adalah hak Allah atas harta. Demi Allah jika ada orang yang enggan membayar zakat di masaku, padahal mereka menunaikannya di masa Rasulullah , akan kuperangi dia’. Umar berkata, ‘Demi Allah, setelah itu tidaklah aku melihat kecuali Allah telah melapangkan dadanya untuk memerangi orang-orang tersebut, dan aku yakin ia di atas kebenaran’.” (HR. Bukhari dan Mulim).

Abu Bakar adalah seorang yang pemaaf
Diriwayatkan dari Abu Darda radhiallahu ‘anhu, ia berkata,
“Aku pernah duduk di sebelah Nabi . Tiba-tiba datanglah Abu Bakar menghadap Nabi sambil menjinjing ujung pakaiannya hingga terlihat lututnya. Nabi berkata, ‘Sesungguhnya teman kalian ini sedang gundah’.

Lalu Abu Bakar berkata, “Wahai Rasulullah, antara aku dan Ibnul Khattab terjadi perselisihan, aku pun segera mendatanginya untuk meminta maaf, kumohon padanya agar memaafkan aku namun dia enggan memaafkanku, karena itu aku datang menghadapmu sekarang’.

Nabi lalu berkata, ‘Semoga Allah mengampunimu wahai Abu Bakar (sebanyak tiga kali)’. Tak lama setelah itu Umar menyesal atas perbuatannya, dan mendatangi rumah Abu Bakar sambil bertanya, ‘Apakah di dalam ada Abu Bakar?’ Namun keluarganya menjawab, tidak. Umar segera mendatangi Rasulullah . Sementara wajah Rasulullah terlihat memerah karena marah, hingga Abu Bakar merasa kasihan kepada Umar dan memohon sambil duduk di atas kedua lututnya, ‘Wahai Rasulullah, demi Allah sebenarnya akulah yang bersalah (sebanyak dua kali)’. Maka Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya ketika aku diutus Allah kepada kalian, ketika itu kalian mengatakan, ‘Engkau pendusta wahai Muhammad’. Sementara Abu Bakar berkata, ‘Engkau benar wahai Muhammad’. Setelah itu dia membelaku dengan seluruh jiwa dan hartanya. Lalu apakah kalian tidak jera menyakiti sahabatku? (sebanyak dua kali)’. Setelah itu Abu Bakar tidak pernah disakiti’.” (HR. Bukhari).

Ketika mendengar Rasulullah mengbarkan tentang pintu-pintu surga, Abu Bakar radhiallahu ‘anhu pun menanggapi, “Wahai Rasulullah, Tidaklah sulit bagi seseorang untuk dipanggil dari satu pintu itu. Adakah orang yang dipanggil dari semua pintu itu?”
Nabi menjawab, “Ada. Dan aku berharap engkau termasuk dari mereka wahai Abu Bakar.” (HR. Bukhari, No. 3666).

Subhanallah… Abu Bakar mengganggap mudah bagi seseorang untuk dipanggil dari satu pintu surga. Beliau mengucapkan ini bukan karena sombong dan menganggap remeh. Namun itulah standar beliau. Menurut Abu Bakar, apabila seseorang hanya fokus pada satu amalan saja dalam mengisi hari-hari kehidupannya, maka itu adalah hal mudah. Seseorang yang fokus hanya memperbanyak ibadah shalat saja, atau sedekah saja, atau puasa saja. Itu adalah sesuatu yang ringan dalam pembagian waktunya menurut Abu Bakar. Sehingga beliau bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang yang lebih hebat lagi. Tentang yang lebih tinggi lagi kedudukannya. Dan ternyata beliau adalah orangnya. Nabi ﷺ langsung yang mengabarkan kepadanya.

Semoga Allah ﷻ mengumpulkan kita bersama Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya di surga kelak.

sumber : http://kisahmuslim.com/8-pintu-surga-memanggil-abu-bakar/

Jumat, Oktober 16, 2015

Demam Panggung, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Demam panggung adalah perasaan tidak tenang (gugup) pada waktu berada di atas panggung (pentas). Atau kalau diartikan lebih luas lagi, yaitu timbulnya rasa gugup atau takut saat berhadapan dengan beberapa atau banyak orang.
demam-panggung

Hampir semua orang pernah mengalaminya, baik artis terkenal, pejabat publik bahkan seorang orator sekalipun. Perbedaannya, mereka 'terbiasa' dan mampu mengatasi 'gugup' dengan cepat.

Penyebab Demam Panggung:
1. Telalu Banyak Pertimbangan dan Pikiran Bagaimana cara tampil bagus? Saya bisa tampil baik tidak ya? Apa yang harus saya lakukan biar sempurna? - pikiran-pikiran seperti ini kerap kali justru menjadikan mental drop.
2. Kurang Percaya Diri
Menganganggap rendah pada diri sendiri. Padahal semua orang sama. Sama-sama punya kelebihan dan kekurangan.

3. Tidak Terbiasa
Namanya juga belum terbiasa, was-was dan takut akan menghinggapi perasaan seseorang dalam menghadapi suatu keadaan tertentu. Seiring waktu hal ini akan hilang dengan sendirinya jika sudah terbiasa.


Ciri-Ciri Demam Panggung:
1. Ciri Fisiologis:
Ditandai dengan perubahan fisik seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, ingin buang air terus-menerus, pipi merah dan lain-lain.

2. Ciri Psikologis:
Timbulnya perasaan tidak tenang, cemas dan gelisah, sulit berpikir dan tidak konsentrasi.


Cara Mengatasi Demam Panggung:
Agar tidak mengalami demam panggung lagi, berikut beberapa tips sederhana yang sangat membantu Anda tampil baik di depan umum,

1. Persiapan.
Selain persiapan mental, persiapkan juga materi yang akan disampaikan. Kuasai materi dengan banyak membaca dan mempelajari informasi yang berkaitan.

2. Tenang Dan Biasa Saja.
Belajar tampil apadanya. Jangan terlalu memikirkan pendapat orang lain. Padahal orang lain belum tentu memberi penilaian pada Anda. Cukup katakan pada diri sendiri "saya menyampaikan apa yang harus saya sampaikan dan inilah saya apa adanya".

3. Latihan
Dalam bidang apapun berlatih adalah cara paling efektif menjadi lebih baik. Termasuk untuk mengatasi demam panggung.

Anda bisa berlatih mandiri di depan cermin. Kemudian tampil di depan teman-teman atau keluarga. Manfaatkan juga rapat kecil-kecilan, arisan atau pertemuan lain di lingkungan untuk berlatih, Anda bisa memulai dengan bertanya atau menyampaikan pendapat disana. Terakhir, sesering mungkin bicara di lingkup yang lebih besar lagi.

4. Kontrol Emosi
Kontrol selalu gejolak perasaan dan emosi negatif menjadi positif. Belajar men-stabil-kan emosi sangat banyak manfaatnya. Tidak hanya memupuk ketenangan dan rasa percaya diri tampil di depan umum, namun akan menjadikan Anda pribadi wibawa dan menyenangkan.

Semoga tips sederhana diatas membantu Anda tampil lebih mantap di depan umum.


sumber : http://www.blog.kedaigadogado.com/2015/01/penyebab-demam-panggung-dan-cara-mengatasi.html#more

Cara Mendisiplinkan Anak


Bagaimana cara menanamkan dan mendidik kedisiplinan pada anak.

Beberapa orang tua mungkin sudah banyak yang tahu cara memberikan pendidikan pada anak mereka tentang kedisiplinan dan prilaku yang baik.


Namun banyak juga orang tua yang kesulitan mengatasi prilaku anak-anak mereka yang nakal dan tidak disiplin.


Mungkin tips sederhana berikut ini bisa membantu menjadikan putra putri Anda semakin disiplin dan berakhlak lebih baik.


Setiap anak dalam usia tertentu memiliki tantangan yang berbeda dalam mengatasi perilaku mereka. Memperlakukan anak usia 5 tahun tentu beda dengan anak usia 15 tahun.

 
Namun, berikut ini adalah beberapa ide disiplin positif yang bisa diterapkan pada rata-rata semua anak:

1. Kenalilah anak Anda sedini dan sebaik mungkin, baik fisik maupun psikis. Kenali watak dan kebiasaannya. Dan sambung rasalah dengan mereka dengan komukasi verbal maupun non verbal. Tunjukkan jika Anda menyayangi dan bisa menjadi teman bagi mereka.


2. Jika ada anak yang secara fisik, emosional atau secara moral, mempunyai keterbatasan mungkin tidak layak mendisiplinkannya dengan cara-cara umum.  Mereka tentu membutuhkan penanganan lebih khusus dan hubungilah ahli anak untuk membantu Anda.


3.  Memiliki prinsip-prinsip dasar yang sederhana dalam menentukan suatu aturan tertentu dengan segala konsekuensinya. Dan Anda sebagai orang tua harus pula mematuhinya.


4.  Jadilah konsisten, namun fleksibel. Sebagai orang tua, Anda perlu konsisten dalam memastikan perilaku anak dan ditangani dengan tepat setiap waktu. Namun, Anda juga harus cukup fleksibel untuk menyadari bahwa solusi disiplin yang sama mungkin tidak cocok untuk setiap anak, setiap waktu.


5. Pujilah anak-anak Anda ketika mereka berperilaku baik. Dan jika melakukan kesalahan sampaikanlah padanya bahwa hal tersebut salah, berilahlah saran dan masukan untuk bisa berbuat lebih baik. Hal ini akan mendorong anak bersemangat melakukan perbaikan. Karena merasa dihargai dan dihormati.


6. Bersikaplah proaktif ketimbang reaktif. Jangan menunggu anak Anda melakukan kesalahan, selalu lindungi anak anda dari berbuat tidak baik sedini mungkin. Menjaga lebih baik daripada mengobati.


7.  Gunakan kata-kata bernada "mengatakan" layaknya seorang teman, bukannya "memerintah"


8.  Beritahukan tentang hal-hal tertentu yang tidak bisa ditawar. Jelaskan dengan baik pada anak-anak Anda beberapa hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Beberapa contoh termasuk mandi, menyikat gigi, atau belajar.


9. Dorong anak Anda untuk memecahkan masalahnya sendiri dengan bimbingan Anda tentunya.


10. Gunakan humor atau permainan. Anak anda akan merasa nyaman melakukan tugasnya tanpa menyadari bahwa itu adalah perintah Anda.


mendidik-anak


 
Para orang tua harus menghindari penggunaan hukuman berikut pada anak-anak mereka:

1. Mengancam. Ini tidak akan bekerja dengan baik, karena anda akan kehilangan kredibilitas Anda didepan anak Anda (mereka akan tahu Anda berbohong) atau mereka akan takut Anda benar-benar akan meninggalkan mereka (dan mereka akan menganggap Anda membencinya).


2. Jangan pernah membandingkan pribadi anak dengan pribadi lain. Anda telah menghina dan melecehkannya dan ini akan berpengaruh pada prilakunya. mereka akan mudah dihinggapi rasa iri dan minder dalam pergaulannya.


3. Penyuapan. Ini mungkin bekerja dalam jangka pendek, tetapi dalam waktu berikutnya Anda akan membutuhkan suap yang lebih besar lagi untuk memperbaiki perilaku mereka. Dan parahnya lagi, anak akan terbiasa dengan prilaku negatif lainnya yaitu suap menyuap.


4.  Disiplin fisik seperti memukul, mencubit, atau amarah meledak-ledak. Orangtua sering menggunakan disiplin fisik sebagai pilihan terakhir, ketika mereka marah atau frustrasi dengan prilaku anak. Jangan sekali-kali ini dilakukan, karena sadar atau tidak Anda akan kecanduan. Begitu juga si anak, mereka juga akan kecanduan. Belum lagi cedera yang mungkin akan ditimbulkan, baik cedera fisik maupun psikis. Seperti luka dalam, penyimpangan prilaku, kehilangan percaya diri dll.


Ingat bahwa kata disiplin berarti memberi tahu dan memberi pelajaran tentang kedisiplinan. Bukan pemaksaan dan hukuman. Bila Anda sedang mendisiplinkan anak Anda, Anda harus mengetahui tujuan anda dalam melakukannya. Yaitu untuk membantu mereka belajar disiplin diri, bukan menjadikan anak anda menjadi pribadi yang lain.


Dengan cara yag baik dan bijaksana, maka kata "Disiplin" tidak akan dicerna oleh anak sebagai kata "Kekerasan sikap ataupun fisik" yang menakutkan. Sehingga mereka bisa menjadikan diri mereka sendiri menjadi lebih baik dengan kesadarannya bukan karena ketakutan.


Pada akhirnya dengan kesadaran mereka sendiri, mereka dapat mengikuti aturan masyarakat, menjadi pribadi yang lebih baik, bahagia dan orang-orang sukses. Anda juga harus ingat bahwa Anda adalah teladan bagi anak Anda dan mereka belajar lebih banyak atau lebih, tentang aturan-aturan dengan menonton dan meniru Anda.

 
Kesuksesan adalah keberuntungan namun mau belajar dan berlatih adalah keberuntungan terbesar.


sumber : http://www.blog.kedaigadogado.com/2012/06/cara-mendidik-anak-menjadi-disiplin.html

Kamis, Oktober 08, 2015

Beginilah Cara Berbakti pada Orang Tua Setelah Mereka Tiada


Orang tua adalah orang yang paling berjasa dalam hidup kita. Mereka membesarkan, mendidik, dan merelakan banyak hal demi kehidupan anaknya agar lebih baik. Sebagai seorang anak, berbakti kepada orang tua adalah kewajiban yang harus terpenuhi. Namun, bagaimana cara berbakti pada orang tua setelah mereka tiada?
Beginilah Cara Berbakti pada Orang Tua Setelah Mereka Tiada
Bagaimana Cara berbakti pada Orang Tua Setelah Mereka Tiada?
Salah satu amalan yang paling dicintai oleh Allah selain shalat lima waktu adalah berbakti kepada orang tua. Hal itu sudah menjadi kewajiban bagi sang anak. Berbakti kepada orang tua tidak hanya bisa dilakukan ketika mereka masih hidup. Tapi, berbakti kepada orang tua yang telah wafat juga bisa dilakukan. Hal ini memudahkan kita untuk senantiasa memuliakan orang tua meskipun mereka sudah tiada. Inilah 4 cara berbakti kepada orang tua menurut Islam.

1. Mendo’akannya
Terputuslah segala amal manusia setelah mereka meninggal kecuali tiga perkara. Salah satunya adalah doa anak yang sholih dan sholihah. Saat orang tua sudah meninggal, maka sebagai seorang anak bisa mendo’akan mereka agar diampuni segala kesalahannya, diberi kemuliaan di sisi-Nya, dan dilapangkan alam kuburnya. Doa tersebut bisa dipanjatkan kapan saja dan dimana saja. Tapi akan lebih baik jika selalu dipanjatkan setelah sholat lima waktu. Dan untuk masalah tempat, sang anak bisa mendo’akannya tanpa pergi berziarah. Karena tujuan utama ziarah bukanlah untuk berdoa, tapi mengingatkan kita akan kematian agar senantiasa ingat pada Allah.

Selain itu, ada hal lain yang perlu diperhatikan dalam mendo’akan orang tua kita. Kita tidak diperkenankan untuk mendo’akan orang tua kita apabila mereka meninggal dalam keadaan kafir atau tidak memeluk agama islam. Namun, apabila mereka masih hidup meskipun agamanya bukan islam, kita harus mendo’akan mereka agar mendapat hidayah Allah.

2. Memenuhi janji orang tua
Saat kita mengetahui keinginan-keinginan baik orang tua yang belum terlaksana karena telah dipanggil oleh Allah, maka sebagai anaknya kita harus meneruskan niat baik mereka. Selain sebagai amalan baik untuk kita, tapi juga merupakan amalan baik untuk orang tua kita yang telah tiada. Karena meskipun hanya suatu niat, jika itu niat kebaikan maka sudah dihitung pahala oleh Allah. Sebagai contohnya ketika mereka berkeinginan untuk membangun masjid, maka kita harus berusaha sekeras mungkin untuk melaksanakan keinginan tersebut. Karena hal itu akan menjadi ladang pahala bagi orang tua kita di akhirat.

3. Menjalin silaturrahmi dengan keluarga dan teman-teman orang tua
Salah satu cara berbakti kepada orang tua setelah mereka meninggal adalah menjaga hubungan dengan orang-orang kenalan orang tua kita. Sebagai makhluk sosial, orang tua kita pasti memiliki teman-teman atau tetangga yang sering mereka kunjungi untuk bersilaturrahmi. Saat mereka sudah tiada, bukan berarti silaturrahmi mereka dapat terputus. Sebagai anak yang berbakti, kita harus menjaga hubungan baik tersebut agar menjadi berkah bagi orang tua di akhirat. Misalnya saat hidup, orang tua kita sering mengunjungi pak RT untuk bersilaturrahmi, maka setelah mereka tiada kitalah yang harus menggantikannya.

4. Bersedekah atas nama orang tua
Salah satu amalan yang paling mudah dilakukan adalah sedekah. Saat kita melakukan sedekah, maka niatkanlah sedekah itu untuk orang tua kita jika memang kita menginginkannya. Dengan sedekah itu maka amalan baik akan mengalir ke orang tua kita.

Demikian cara berbakti pada orang tua setelah mereka tiada. Ketiadaan orang tua bukanlah menjadi penghalang bagi kita sebagai anak untuk senantiasa mengirimkan ladang pahala bagi mereka di akhirat. Semoga dengan cara ini dapat menambah amalan baik mereka sehingga memudahkan jalan mereka menuju surga. 
 
 
sumber : http://www.kumpulanmisteri.com/2015/09/beginilah-cara-berbakti-pada-orang-tua.html

Selasa, September 29, 2015

Hanya Butuh 7 Menit Hilangkan Sakit Gigi, Begini Caranya!





 
Siapapun tentu tidak menyukai penyakit yang satu ini, karena selain sakitnya yang luar biasa juga bisa membuat anda susah makan. Orang yang menderita sakit gigi tidak segan-segan menangis karena tak tahan dengan sakitnya, bahkan bukan hanya gigi saja yang terasa sakit tapi juga anggota badan lainnya terutama kepala.
 
Bagaimana mengobatinya? banyak obat medis yang bisa diminum, baik obat warung maupun obat dengan resep dokter. Namun sebenarnya ada trik jitu untuk menyembuhkan sakit gigi dalam waktu yang relatif sangat singkat tanpa harus meminum obat. Ya, hanya kira-kira 7 menit sakit gigi anda hilang. anda pasti penasaran bukan?
 
Tips ini sudah melalui tahapan penelitian di Kanada sejak tahun 80-an. Penelitian ini pun berhasil menemukan sebuah cara yang dinilai paling ampuh hilangkan rasa sakit gigi dalam waktu sesingkat mungkin.
 
Hasil dari penelitian tersebut menjelaskan bahwa es batu bisa hilangkan sakit gigi, jadi anda tak perlu repot-repot minum obat atau pergi ke dokter, cukup dengan es batu saja rasa sakit gigi anda hilang seketika. bagaimana caranya? kali ini anda tak perlu buka mulut, anda hanya perlu meletakan es batu tersebut diatas tangan dibagian sela antara jempol dan telunjuk selama 5-7 menit.
 
Mengapa demikian? karena daerah tersebut ternyata merupakan tempat yang menjadi ujung syaraf yang terhubung dengan pusat nyeri di otak. Anda hanya cukup menggosok-gosokan es batu di titik tersebut maka dalam waktu 7 menit, rasa nyeri pada gigi anda akan hilang.
 
Silakan coba dan buktikan, bagikan tips ini keteman-teman yang membutuhkan, terutama mereka yang sering-sering sakit gigi, dengan membagikan artikel ini anda sudah membantu banyak orang. 
 
sumber :  http://www.kabar9.org/2015/09/hanya-butuh-7-menit-hilangkan-sakit.html

Senin, September 28, 2015

Adab Berdoa yang Benar Agar Dikabulkan Allah SWT



Ada beberapa adab dan etika bagi orang yang berdoa agar doanya dikabulkan oleh Allah, di antaranya:

1. Mengawali doa dengan memanjatkan puji-pujian kepada Allah serta shalawat dan salam kepada Rasulullah.

2. Menjauhi perkara yang diharamkan.

3. Hatinya ikhlas.

4. Melakukan amal saleh terlebih dahulu.

5. Berdoa semata-mata kepada Allah.

6. Berdoa dalam keadaan suci.

7. Menghadap kiblat.

8. Memperbanyak puji-pujian kepada Allah dan membaca shalawat kepada Nabi saw.

9. Membuka kedua telapak tangan dan mengangkatnya setinggi pundak.

Referensi: Syarah Hadits Arbain an-Nawawi
sumber : http://jamaahmasjid.blogspot.co.id/2010/03/adab-berdoa-yang-benar-agar-dikabulkan.html